Victor Rembeth Pimpin Koordinasi BNPB dan Koalisi Organisasi Kemanusiaan untuk Percepat Pemulihan Sikka
MAUMERE, SIKKA — DETIKREPORTASE.COM | Musibah gempa bumi Flores yang mengguncang pada Agustus 2026 tidak sekadar meninggalkan jejak kerusakan material, melainkan turut menjadi momentum lahirnya solidaritas lintas elemen di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga perguruan tinggi, organisasi keagamaan, hingga jejaring komunitas masyarakat sipil melebur dalam satu barisan respons kemanusiaan.
Sinergi lintas sektor ini semakin dikukuhkan melalui forum rapat koordinasi strategis yang dihelat di kampus Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Selasa (1/9/2026). Pertemuan penting tersebut dipimpin langsung oleh Victor Rembeth, anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus pendiri Humanitarian Forum Indonesia (HFI).
Konsolidasi Lintas Sektor: Satukan BNPB, BPBD, dan Organisasi Sipil
Pertemuan yang difasilitasi oleh Wakil Rektor I UNIMOF, Mohammad Fitri, menjadi titik temu krusial antara unsur penanggulangan bencana negara dengan berbagai lembaga sosial kemasyarakatan.
Hadir dalam konsolidasi tersebut sebanyak tujuh organisasi anggota HFI, di antaranya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Karitas KWI, Dompet Dhuafa, Hujan Initiative, Rumah Zakat, Pos Terpadu GMIT/PGI, dan AMCF, yang bergerak bersama Palang Merah Indonesia (PMI) serta Komunitas Fajar Sikka.
Dari sisi pemerintah, Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, memaparkan evaluasi penanganan di lapangan. Sementara itu, kondisi riil penanganan di tingkat kabupaten dijabarkan oleh Sekretaris BPBD Sikka, Muhammad Karim.
Nelwan menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terabaikan selama masa krisis berlangsung.
“Hari ini kedua kalinya kami datang untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik dan tidak berkekurangan,” ujar Nelwan dalam arahannya.
Pembagian Peran: Asesmen Bersama dan Logistik Terpadu
Melalui koordinasi yang dimotori oleh Victor Rembeth, disepakati skema pembagian kerja yang terstruktur antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga non-pemerintah (NGO) agar distribusi bantuan berjalan efisien:
- Joint Needs Assessment (Kaji Kebutuhan Bersama): Pelaksanaan asesmen lapangan dikoordinasikan secara terpusat melalui Karitas KWI untuk memetakan kebutuhan riil para penyintas.
- Pusat Logistik Kampus: Kampus UNIMOF difungsikan sebagai posko pendukung logistik dan ruang koordinasi utama.
- Pelibatan Relawan Muda: Mahasiswa UNIMOF berkolaborasi erat dengan Pemuda Katolik Keuskupan serta Pos Terpadu GMIT/PGI untuk mengelola posko dan mendistribusikan bantuan langsung ke titik-titik pengungsian.
Kolaborasi Kunci Perpanjangan Masa Tanggap Darurat
Solidaritas kolektif ini menjadi sangat vital menyusul kebijakan Pemerintah Kabupaten Sikka yang resmi memperpanjang masa tanggap darurat hingga 11 September 2026, mengingat masih masifnya kebutuhan penanganan infrastruktur dasar dan hunian warga.
Kehadiran aliansi kemanusiaan di bawah koordinasi BNPB dan HFI membuktikan bahwa penanggulangan bencana berskala besar tidak bisa hanya dibebankan kepada negara semata. Ketika unsur pemerintah, akademisi, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil bergerak dalam satu komando, gempa Flores bertransformasi menjadi sebuah etalase kemanusiaan—di mana perbedaan lebur demi mempercepat pemulihan dan meminimalisir penderitaan warga Sikka.
✍️ Penulis : Yuven| Editor : Redaksi | Maumere – Sikka
DETIKREPORTASE.COM — Menguatkan Kolaborasi Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana.





