Ribuan Pengamal Sholawat Wahidiyah Padati Alun-Alun Reksogati Caruban; Sekda Sigit Budiarto Ajak Perkuat Tiga Pilar Persaudaraan
MADIUN — DETIKREPORTASE.COM | Lantunan sholawat dan doa bersama menggema di jantung Kabupaten Madiun ketika ribuan jemaah tumpah ruah memadati Alun-Alun Reksogati Caruban pada Minggu (29/8/2026). Para pengamal Sholawat Wahidiyah dari berbagai penjuru daerah di Jawa Timur berkumpul khidmat mengikuti agenda Mujahadah Nisfussanah.
Perhelatan akbar ini diselenggarakan secara istimewa karena merangkai tiga momentum besar sekaligus: peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Jadi, serta semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara penuh berkah ini turut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, yang hadir mewakili Bupati Madiun untuk menyapa ribuan jemaah sekaligus menyampaikan pesan strategis pemerintah daerah terkait pentingnya merajut harmoni sosial lewat keteladanan Rasulullah dan semangat nasionalisme.
Sigit Budiarto: Maulid Nabi Momentum Teladani Akhlak dan Perkuat Persaudaraan
Dalam sambutannya, Sekda Sigit Budiarto menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh sekadar berhenti sebagai rutinitas seremonial tahunan belaka. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi refleksi mendalam untuk mengimplementasikan akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
“Dengan meneladani beliau, kita dapat membangun masyarakat yang penuh kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan,” ungkap Sigit di hadapan ribuan jemaah.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai universal tersebut sangat krusial untuk terus dirawat agar sendi-sendi kehidupan sosial di Kabupaten Madiun senantiasa dilandasi oleh kepedulian antarsesama dan rasa kebersamaan yang kokoh.
Tiga Pilar Persaudaraan untuk Madiun dan Indonesia
Suasana Alun-Alun Reksogati semakin larut dalam kekhusyukan saat ribuan jemaah bersama-sama memanjatkan sholawat dan doa keselamatan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Madiun juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat tiga pilar persaudaraan (ukhuwah), yakni:
Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam).
Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan kebangsaan/tanah air).
Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia).
“Semangat persaudaraan ini menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kehidupan bermasyarakat,” pesan Sigit menegaskan.
Dipimpin oleh Kiai Abdul Madjid Ali Fikri
Rangkaian mujahadah, pembacaan sholawat, dan doa bersama dipimpin langsung oleh pengasuh terkemuka, Kiai Abdul Madjid Ali Fikri (Pengasuh Pondok Pesantren Almunadhoroh, Kedunglo, Kediri).
Lantunan doa yang dipanjatkan memohon agar Kabupaten Madiun dan Negara Kesatuan Republik Indonesia senantiasa dilimpahi keberkahan, dijauhkan dari segala musibah dan bencana, serta diberikan kekuatan lahir batin dalam menghadapi dinamika serta tantangan zaman yang semakin kompleks.
Perpaduan antara nuansa spiritual Maulid Nabi dan gelora semangat kemerdekaan ke-81 RI ini memberikan pesan kuat bahwa nilai-nilai keagamaan dan cinta tanah air dapat berjalan seiring sejalan, menjadi energi positif bagi kemajuan daerah dan bangsa.
✍️ Dean | Editor: Redaksi | Madiun – Jawa Timur
DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”





