RIAU

Saat Kabut Asap Menyelimuti Sorek, 500 Masker Dibagikan Gratis: Polisi dan Rumah Sakit Turun ke Jalan

×

Saat Kabut Asap Menyelimuti Sorek, 500 Masker Dibagikan Gratis: Polisi dan Rumah Sakit Turun ke Jalan

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldy Parlindungan bersama tenaga medis RS Medicare membagikan masker gratis kepada pengendara.
Polsek Pangkalan Kuras bersama tenaga medis RS Medicare Sorek membagikan 500 masker gratis kepada pengendara di Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Sorek Satu, Rabu (26/8/2026).

 

Kolaborasi Polsek Pangkalan Kuras dan RS Medicare Sorek Bagikan Perlindungan bagi Pengendara; Ingatkan Warga Waspadai Paparan Udara Kurang Sehat

PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Peningkatan intensitas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, memantik kepedulian berbagai pihak untuk turun tangan melindungi kesehatan masyarakat.

​Di tengah kondisi udara yang mulai pekat, jajaran Polsek Pangkalan Kuras bersama tenaga medis dari RS Medicare Sorek bergerak cepat menggelar aksi kemanusiaan dengan membagikan 500 masker gratis kepada para pengendara dan warga yang melintas di Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Rabu (26/8/2026).

​Aksi sosial yang berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu pagi tersebut menjadi wujud nyata kehadiran aparat dan fasilitas kesehatan di tengah masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kepungan asap.

​Sinergi Polisi dan Tenaga Medis di Garis Depan

​Aksi pembagian masker ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldy Parlindungan, S.H. Dalam pelaksanaannya, Kapolsek didampingi oleh jajaran personel kepolisian yang siaga menyapa para pengguna jalan, di antaranya:

  • ​Kanit Samapta Polsek Pangkalan Kuras, AKP A. Haris
  • ​Bhabinkamtibmas, Aiptu Alamsah
  • ​Bhabinkamtibmas Desa Palas, Brigadir Abdul Katim
  • ​Personel Lantas Polsek Pangkalan Kuras, Bripda Jodi

​Sementara itu, pihak RS Medicare Sorek turut mengerahkan tiga tenaga medis profesional untuk mendampingi jalannya aksi. Kolaborasi lintas sektor ini menjadikan pembagian masker tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana edukasi langsung tentang pentingnya perlindungan diri di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

​Sasaran Utama: Pengendara dan Pekerja Lapangan yang Tetap Beraktivitas

​Tidak semua warga memiliki keleluasaan untuk tinggal di dalam rumah ketika kabut asap melanda. Para pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, pedagang, dan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi tetap harus menembus jalanan demi mencari nafkah.

​Melihat kebutuhan tersebut, 500 masker yang disiapkan langsung dibagikan secara on the spot kepada para pengguna jalan.

​“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya bersama untuk membantu meminimalkan dampak paparan asap terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan,” ujar Kompol Rinaldy Parlindungan.

​Selain membagikan masker, petugas di lapangan turut memberikan imbauan humanis kepada warga agar senantiasa menjaga kondisi tubuh, mempertimbangkan untuk mengurangi durasi aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak, serta selalu menggunakan pelindung pernapasan saat bepergian.

​RS Medicare: Edukasi dan Kepedulian Kesehatan Bersama

​Humas RS Medicare Sorek, Rony Putra, menegaskan bahwa keterlibatan pihak rumah sakit dalam kegiatan ini dilandasi oleh tanggung jawab moral terhadap kesehatan publik di tengah darurat Karhutla.

​“Kondisi kabut asap seperti sekarang tentu perlu menjadi perhatian bersama. Masker yang kami bagikan diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat, khususnya pengguna jalan yang setiap hari beraktivitas di luar rumah,” ungkap Rony.

 

​Ia juga menambahkan bahwa momentum ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sekaligus bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman pembakaran lahan.

​Pesan di Balik 500 Masker: Lindungi Warga, Stop Pembakaran Lahan!

​Distribusi 500 masker ini memang terlihat sebagai langkah preventif yang sederhana. Namun, di balik lembaran masker tersebut, tersimpan pesan yang jauh lebih besar bagi warga Pelalawan.

​Ketika kabut asap mulai membatasi ruang gerak dan mengancam kenyamanan hidup sehari-hari, masyarakat menyadari bahwa dampak Karhutla sangatlah nyata. Warga membutuhkan udara yang bersih, perlindungan yang memadai, serta kepastian bahwa mereka tidak dibiarkan berjuang sendirian.

​Namun, perlindungan terbaik bukanlah sekadar membagikan masker setiap kali asap datang. Jauh dari itu, kunci utamanya adalah menghentikan akar masalahnya: Jangan pernah lagi membuka lahan dengan cara dibakar.

​Kolaborasi apik antara Polsek Pangkalan Kuras dan RS Medicare Sorek membuktikan bahwa sinergi polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah kunci utama untuk melalui masa-masa sulit ini dengan aman dan tangguh.

​✍️ Diky HR |Tim Detikreportase.com | Editor: Redaksi | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250