Bupati Madiun Hari Wuryanto Kukuhkan Wisudawan Pawiyatan Pranatacara
MADIUN — DETIKREPORTASE.COM | Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun melalui Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) sukses menggelar Wisuda Pawiyatan Panatacara “Surya Sumirat” di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Sabtu (22/8/2026).
Acara wisuda ini dihadiri oleh PDM Kabupaten Madiun Imam Nawawi, perwakilan PCNU KH. Ihsan, Ketua Baznas Gus Sakok, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Aji Wawan, perwakilan organisasi kewanitaan (HARPI Melati, Tiara Kusuma, dan IWAMA), serta jajaran tokoh agama yang turut memberikan dukungan.
Kegiatan perdana ini menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian Bahasa Jawa serta tata krama di tengah era modernisasi yang kian mengikis kebudayaan daerah. Mengusung tema “Dari Madiun untuk Peradaban: Menerangi Zaman dengan Budaya dan Akhlak”, prosesi wisuda dan pengukuhan kelulusan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Apresiasi Bupati Madiun: Bahasa Jawa Bentuk Karakter Berakhlakul Karimah
Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan apresiasi tinggi kepada PD Muhammadiyah Kabupaten Madiun yang aktif membentengi budaya lokal. Menurutnya, Bahasa Jawa merupakan bahasa adiluhung yang kaya akan nilai etika dan sarana pembentukan karakter generasi muda yang santun.
“Atas nama pribadi dan Pemkab Madiun, saya mengapresiasi tinggi PD Muhammadiyah. Bahasa Jawa penuh dengan tata krama. Penggunaannya mampu membentuk karakter generasi muda yang santun dan berakhlaqul karimah,” ujar Bupati Hari Wuryanto.
Bupati juga menekankan agar para lulusan dapat memanfaatkan keahlian kepembawaacaraan (pranatacara) untuk ikut mempromosikan potensi daerah. Para wisudawan diharapkan untuk terus belajar (ngangsu kawruh) dan tetap rendah hati dalam mengamalkan ilmu yang didapat.
Ikhtiar Berkelanjutan Lestarikan Budaya Lokal
Sementara itu, perwakilan PDM Kabupaten Madiun, Imam Nawawi, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang secara berkelanjutan hingga ke tingkat yang lebih tinggi sebagai bentuk ikhtiar melestarikan (ngleluri) kebudayaan leluhur.
“Ini ikhtiar nyata kita bersama. Penggunaan Bahasa Jawa yang tepat saat ini mulai tergerus di masyarakat, sehingga butuh wadah pembinaan yang konsisten,” ungkap Imam.
Suasana wisuda berlangsung penuh kehangatan dan ditutup dengan lantunan tembang Macapat oleh Imam Nawawi sebagai wujud rasa syukur atas sinergi yang baik antara Pemkab Madiun, jajaran instruktur, serta pengurus LSBO di bawah arahan Aji Wawan Kuswoyo dan Koordinator Ki Ismono Ardi.
Melalui wisuda ini, para alumni diharapkan tidak hanya mahir memandu acara dengan tata cara dan bahasa Jawa yang baik, tetapi juga mampu menjadi benteng pelestari adab serta aset berharga bagi Kabupaten Madiun.
✍️ Reporter: Daen | Editor: Redaksi | detikreportase.com | Madiun – Jawa Timur
DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”





