Siswi SDN 003 Sorek Satu Curi Perhatian di Lapangan Kantor Camat Pangkalan Kuras, Ketua DPD PAN Pelalawan Berikan Apresiasi Tinggi
PANGKALAN KURAS | DETIKREPORTASE.COM – Suasana haru dan penuh kekhidmatan mewarnai jalannya upacara penurunan Sang Saka Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Camat Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Senin sore (17/8/2026).
Upacara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Camat Pangkalan Kuras Rudiyanto, S.E., Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Rinaldy Parlindungan, S.H., jajaran Koramil Pangkalan Kuras, unsur Muspika, para undangan, pelajar tingkat SMP dan SMAN, serta ratusan masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya prosesi.
Tampak hadir pula Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan, H.M. Bakri, yang turut berdiri di tengah barisan undangan terhormat untuk mengikuti detik-detik penurunan bendera.
Datang Sendiri Tanpa Rombongan, Setia Ikuti Upacara hingga Selesai
Namun, di tengah ramainya barisan peserta dan masyarakat yang memadati lapangan, sebuah pemandangan sederhana namun sangat menyentuh berhasil mencuri perhatian banyak pasang mata.
Seorang siswi sekolah dasar dari SDN 003 Sorek Satu, yang diketahui bernama Nagita Anggraini, terlihat hadir seorang diri di tengah lapangan. Tanpa didampingi teman sekelompok atau rombongan sekolahnya, Nagita berdiri tegak mengikuti seluruh rangkaian upacara penurunan bendera dengan khidmat dari awal hingga Sang Merah Putih selesai diturunkan.
Usai upacara usai, kehadiran bocah perempuan ini menghadirkan momen emosional ketika ia dihampiri oleh beberapa orang di lokasi. Saat diajak berbicara, air mata Nagita seketika tumpah, membuat suasana di sekitarnya mendadak diliputi rasa haru.
H.M. Bakri Berikan Apresiasi: “Semangatnya Luar Biasa”
Melihat ketulusan dan semangat nasionalisme yang ditunjukkan oleh siswi cilik tersebut, H.M. Bakri, yang berada di lokasi, langsung memberikan apresiasi mendalam. Politisi senior tersebut mengaku sangat tersentuh oleh kehadiran Nagita.
“Saya terharu melihat anak ini. Dia datang seorang diri, tetapi semangatnya luar biasa untuk hadir dalam upacara. Ini sesuatu yang patut kita apresiasi,” ujar H.M. Bakri.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Nagita membuktikan bahwa kecintaan terhadap Tanah Air dapat bersemi dan tumbuh secara tulus sejak usia dini, tanpa harus menunggu dorongan formal dari institusi.
“Jangan melihat dia hanya sebagai seorang anak SD. Dari langkah kecil seperti ini bisa tumbuh rasa nasionalisme yang besar. Saya berharap semangatnya terus dijaga dan menjadi contoh bagi anak-anak lainnya,” lanjutnya.
H.M. Bakri juga berpesan kepada seluruh elemen masyarakat dan generasi dewasa agar senantiasa memberikan perhatian serta dukungan penuh kepada anak-anak yang menunjukkan kecintaan tulus pada negeri.
Makna Kemerdekaan dari Langkah Kecil Nagita
Kisah Nagita Anggraini menjadi pengingat yang kuat bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus diukur dari kemeriahan seremonial yang besar. Terkadang, makna paling murni dari cinta Tanah Air justru terpancar dari langkah kecil seorang anak sekolah dasar yang memilih datang sendirian demi memberikan penghormatan terakhir kepada Sang Merah Putih di penghujung sore.
Nagita memang datang seorang diri, tetapi ketulusan dan air matanya sore itu menjelma menjadi cerita inspiratif yang meninggalkan pesan mendalam bagi banyak orang di Pangkalan Kuras.
✍️ Diky HR| Editor : Redaksi | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : “Dari Langkah Kecil, Tumbuh Semangat Besar untuk Negeri.”





