Jawa Timur

Babak Baru Kasus Polres Jember: Isu Penodongan Senpi Diduga Hoaks, Ibu Pelapor Akui Hanya Dengar Cerita

×

Babak Baru Kasus Polres Jember: Isu Penodongan Senpi Diduga Hoaks, Ibu Pelapor Akui Hanya Dengar Cerita

Sebarkan artikel ini
Suasana penyelidikan terkait perkembangan kasus hukum yang ditangani oleh jajaran Polres Jember.
Ilustrasi Penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik dan isu senpi di Polres Jember.

Pengakuan Mengejutkan: Tidak Ada Saksi Mata dan Hanya Diberi Lihat Benda dalam Tas

JEMBER | DETIKREPORTASE.COM – Babak baru dan perkembangan signifikan muncul dalam penanganan perkara dugaan pencemaran nama baik yang saat ini tengah diselidiki oleh jajaran Polres Jember. Ibu dari pihak pelapor, berinisial BB, memberikan keterangan klarifikasi kepada awak media terkait isu dugaan penodongan serta intimidasi menggunakan senjata api yang sempat menjadi sorotan publik, Jumat (7/8/2026).

​Saat ditemui di kediamannya, ibu BB secara terbuka mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui secara langsung peristiwa yang dialami oleh anaknya. Seluruh narasi dan informasi yang ia ketahui murni berasal dari cerita lisan yang disampaikan oleh sang anak tanpa pernah ia saksikan sendiri dengan mata kepalanya.

​”Terkait pemberitaan penodongan dan intimidasi saya tidak tahu secara langsung. Saya hanya mendengar cerita dari anak saya itu saja,” ungkap ibu BB.

​Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa berdasarkan pengakuan anaknya, peristiwa yang terjadi sebenarnya bukanlah tindakan penodongan. Sang anak disebut hanya diberi tahu atau diperlihatkan suatu benda yang disimpan di dalam tas. Hingga saat ini, ia pun tidak dapat memastikan apakah benda yang dimaksud benar-benar merupakan senjata api atau benda jenis lainnya.

​”Kalau menurut cerita anak saya itu bukan ditodong, hanya dikasih tahu atau diperlihatkan saja dari tas. Saya juga tidak tahu pasti apakah itu senjata api atau benda lain di dalam tas. Kita orang awam juga tidak mengerti benda seperti itu untuk apa,” tuturnya.

​Tanpa Saksi Mata dan Langsung Hubungi Tokoh Masyarakat

​Ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan saksi mata di tempat kejadian, ibu BB mengonfirmasi bahwa pada saat insiden tersebut berlangsung, anaknya sedang berada seorang diri. Praktis, tidak ada satupun pihak lain yang menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung selain pengakuan sepihak dari BB.

​Saat disinggung apakah dirinya sempat melakukan konfirmasi atau tabayyun secara langsung kepada pihak terlapor berinisial BS, ia mengaku tidak pernah menanyakannya. Sebaliknya, ia memilih menceritakan informasi tersebut kepada seorang tokoh masyarakat setempat berinisial FR melalui sambungan telepon.

​”Tidak, saya tidak bertanya kepada BS. Saya bertanya kepada istilahnya tokoh masyarakatlah di sini yang lebih tahu kayak gini. Saya pernah telepon namanya FR, saya bercerita kalau anak saya diperlihatkan kayak itu apa?” tambahnya.

​Keterangan penting dari ibu pelapor ini kini menjadi sorotan baru dan bahan pertimbangan krusial di tengah bergulirnya proses hukum di Polres Jember, guna menguji kebenaran materiil serta meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

​✍️ Reporter : Team | Editor : Redaksi | detikreportase.com | Jember – Jawa Timur

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250