Batu Bara, Detik24jam.com
Terik matahari di pesisir Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, sama sekali tidak menyurutkan deru langkah puluhan pria berbaju loreng. Di saat sebagian besar orang menikmati libur akhir pekan, para personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0208/Asahan justru memilih tetap berpeluh keringat.
Menjelang penutupan program TMMD Tahun Anggaran 2026, waktu kian berpacu. Namun, semangat pengabdian mereka tidak sedikit pun surut. Bersama warga setempat, mereka bahu-membahu menuntaskan sasaran fisik utama berupa pembangunan turap di Desa Kapal Merah, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (1/8/2026).

Pembangunan turap sepanjang 1.000 meter ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Bagi warga Desa Kapal Merah, dinding penahan ini adalah benteng harapan yang bertujuan melindungi kawasan pemukiman mereka dari ancaman abrasi, sekaligus memperkuat bantaran agar lebih aman untuk menopang aktivitas sehari-hari.
Di bawah sengatan matahari, peluh yang bercucuran seolah menjadi perekat hubungan antara tentara dan warga. Semangat gotong royong yang hadir di lapangan menjadi bukti nyata dari esensi kemanunggalan TNI bersama rakyat—sebuah narasi pembangunan yang tidak hanya digerakkan oleh anggaran, tetapi oleh kepedulian.
Komandan Kodim 0208/Asahan selaku Dansatgas TMMD Ke-129 TA 2026, Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa komitmen seluruh personelnya adalah menuntaskan amanah ini tepat waktu dengan kualitas yang maksimal. Akhir pekan bukanlah alasan untuk meletakkan sekop dan cangkul.

”Semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi motivasi utama bagi seluruh personel Satgas. Meski akhir pekan, kami tetap bekerja maksimal agar seluruh sasaran fisik dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Letkol Inf Edy Syahputra di sela-sela peninjauan lokasi.
Pembangunan yang Menyentuh Akar Rumput
Model pembangunan yang diusung dalam TMMD Ke-129 ini bergerak secara simultan. Kodim 0208/Asahan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik makro seperti turap penahan abrasi. Program ini juga menghadirkan berbagai program unggulan yang menyentuh langsung urat nadi kebutuhan dasar masyarakat desa.
Hingga menjelang hari penutupan, berbagai program non-fisik dan sosial terus dikebut. Di antaranya adalah penyediaan fasilitas air bersih untuk mengatasi kesulitan warga, rehabilitasi sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) agar menjadi kediaman yang lebih bermartabat, hingga perbaikan rumah ibadah.

Selain itu, serangkaian penyuluhan dan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga digelar untuk memastikan bahwa setelah program ini berakhir, warga desa memiliki bekal keterampilan yang lebih baik.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi potret utuh dari sinergi lintas sektoral antara institusi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang selama ini minim jangkauan infrastruktur modern.
Dengan semangat pantang menyerah dan prinsip pengabdian tanpa batas, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0208/Asahan optimistis seluruh target akan rampung sebelum peluit akhir program ditiupkan.
Ketika turap berdiri kokoh dan air bersih mengalir, di situlah kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar mengakar kuat di tanah Desa Kapal Merah.
(Boys-3)





