Gorontalo

Curahan Hati Penambang Tradisional Kabilasa: Mengaku Diintimidasi Oknum TNI dan Tersingkir di Tambang Emas Tomula Pohuwato

×

Curahan Hati Penambang Tradisional Kabilasa: Mengaku Diintimidasi Oknum TNI dan Tersingkir di Tambang Emas Tomula Pohuwato

Sebarkan artikel ini

​Ironi Masyarakat Kecil di Tengah Polemik Tambang Ilegal

POHUWATO | DETIKREPORTASE.COM – Suara hati masyarakat kecil kembali mencuat di tengah pusaran konflik pengelolaan pertambangan tanpa izin (PETI). Kelompok penambang tradisional yang tergabung dalam komunitas Kabilasa menyampaikan curahan hati (curhat) yang penuh kepedihan setelah mengaku mengalami tindakan intimidasi oleh oknum TNI di lokasi tambang emas Tomula, yang diduga dikelola oleh Haji Edi, di Desa Batudulanga, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

​Selama ini, eksistensi dan nasib masyarakat kecil kerap kali diseret serta dijadikan alasan normatif oleh berbagai pihak untuk mempertahankan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Namun, ironi yang menyakitkan justru dirasakan langsung di lapangan: kelompok masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya dari menambang tradisional kini justru mengaku diusir dari lokasi tempat mereka mencari nafkah sehari-hari.

Penting Diketahui: Memahami regulasi pertambangan tanpa izin serta sistem penegakan hukum dan perlindungan hak asasi warga negara merupakan landasan penting dalam menjaga ketertiban umum. Simak ketentuan hukum selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

​Pengakuan Korban: Diduga Dijadikan Tameng dan Diusir Paksa

​Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan kelompok masyarakat yang berjumlah sekitar 70 orang warga asal Kecamatan Randangan. Mereka mengaku mengalami insiden pengusiran dan intimidasi secara bersama-sama bersama sepuluh orang rekan mereka saat berada di lokasi penambangan pada Kamis, 23 Juli 2026.

​Menurut pengakuan para penambang tradisional Kabilasa, keberadaan mereka di lapangan selama ini seolah hanya dimanfaatkan dan dijadikan tameng demi melanggengkan kepentingan operasional tambang ilegal yang diduga dikendalikan oleh pihak tertentu. Ketika kepentingan pemodal mulai bersinggungan di lapangan, kelompok penambang kecil ini justru mendapatkan perlakuan diskriminatif, diusir secara paksa, hingga diduga mendapat tekanan psikologis atau intimidasi dari oknum aparat yang berada di lokasi.

Analisis Penegakan Hukum dan Pengawasan Tambang: Pengawasan ketat terhadap dugaan penyalahgunaan kewenangan aparat serta penertiban aktivitas pertambangan ilegal menjadi pilar utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan penegakan hukum yang transparan. Pelajari bagaimana pola pengawasan tata kelola instansi diulas dalam laporan mendalam kami: https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

 

​Desakan Penanganan dan Evaluasi Menyeluruh

​Kasus yang menimpa kelompok Kabilasa di Tambang Tomula Pohuwato ini membuka mata publik akan peliknya persoalan sosial dan ekonomi di sektor pertambangan rakyat. Di satu sisi, masyarakat kecil terjepit oleh kebutuhan ekonomi untuk bertahan hidup; namun di sisi lain, mereka kerap menjadi korban dari cengkeraman pemodal besar yang berlindung di balik aktivitas pertambangan ilegal.

​Berbagai pihak kini mendesak adanya investigasi terbuka dari instansi berwenang untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat dalam tindakan intimidasi terhadap warga sipil, sekaligus menindak tegas praktik pertambangan tanpa izin yang merusak tatanan sosial dan lingkungan di Kabupaten Pohuwato, sejalan dengan komitmen pengawasan ketat terhadap berbagai aspek penegakan hukum di daerah: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

​✍️ Reporter : Tim | detikreportase.com | Pohuwato – Gorontalo

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250