Rapat RAT Gagal Total: Pengurus Koperasi Pelang Sejahtera Bungkam, Aroma Penggelapan Dana Kian Menyengat
Ketapang,Detik Reportase.com Kalbar – Kemelut di tubuh Koperasi Pelang Sejahtera, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, kini berada di titik nadir. Untuk kedua kalinya, Rapat Anggota Tahunan (RAT) berujung gagal total.
Pengurus koperasi kembali angkat tangan dan tidak mampu membuka, apalagi mempertanggungjawabkan, laporan keuangan di hadapan ribuan anggotanya.
RAT yang sedianya digelar pada Selasa (14/07/2026) terpaksa dibubarkan dan ditunda hingga 14 hari ke depan. Penundaan ini menjadi klimaks dari kekecewaan mendalam 1.401 anggota yang merasa hak atas transparansi mereka telah diinjak-injak oleh pengurus.
Bukan kali pertama borok tata kelola ini mencuat. Sebelumnya, RAT untuk membahas tahun buku 2025 juga berakhir ricuh. Saat itu, pengurus bahkan tidak mampu menjelaskan ke mana perginya arus keuangan tahun 2021, 2022, dan 2023.
Kegagalan beruntun dalam menyajikan angka-angka krusial ini dinilai bukan lagi sekadar kelalaian administrasi, melainkan sinyal kuat adanya praktik lancung. Dugaan penggelapan dana koperasi kini kian benderang dan tengah menjadi bidikan penyelidikan Polres Ketapang. Kendati demikian, hingga saat ini proses hukum masih bergulir dan asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sebelum ada vonis inkrah pengadilan.
Kegagalan RAT ini disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Camat MHS, Kapolsek MHS, Koramil MHS (Forkopimcam), serta perwakilan PT Limpah Sejahtera.
Sebagai informasi, Koperasi Pelang Sejahtera saat ini dinakhodai oleh:
Ketua Umum:Sadran
Ketua I:Samson
Ketua II:Murday
Sekretaris: Iskandi
Bendahara: Juhri
Kami Merasa Dibohongi!
Gelombang mosi tidak percaya dari akar rumput kian tak terbendung. Jaswadi, salah satu anggota koperasi, secara blak-blakan membongkar ketidakberesan manajemen yang dianggapnya sangat amatir dan tidak profesional.
“Secara pribadi saya menilai pengurus maupun pengawas ini buta tata kelola koperasi. Bayangkan, undangan RAT yang aturannya wajib dikirim minimal lima hari sebelum acara, baru saya terima malam hari. Besok paginya langsung rapat. Ini kan aneh,” cecar Jaswadi dengan nada kecewa.
Ia menegaskan, hilangnya kepercayaan anggota dipicu oleh sikap tertutup pengurus yang terkesan menyembunyikan sesuatu.
“Kami sebagai anggota merasa dibohongi mentah-mentah oleh pengurus dan pengawas. Tidak ada secuil pun keterbukaan soal laporan keuangan koperasi!” tegasnya.
Dalam forum yang memanas tersebut, sorotan tajam tertuju pada Ketua Umum dan Sekretaris koperasi. Keduanya dinilai lebih banyak bungkam dan memilih aksi seribu bahasa saat dihujani pertanyaan kritis oleh anggota terkait kejelasan uang mereka. Sikap defensif ini memicu pertanyaan besar: Ada apa dengan keuangan Koperasi Pelang Sejahtera?
Dengan digantungnya status RAT akibat tiadanya laporan keuangan yang valid, desakan agar Polres Ketapang bergerak cepat mengusut tuntas dugaan penggelapan dana ini kian menggelora. Ribuan anggota kini menggantungkan harapan pada penegak hukum untuk membongkar kotak pandora keuangan koperasi dan menyeret siapa pun yang bermain dengan hak-hak anggota ke meja hijau.
Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar
Part 21
Bersambung





