Jawa Timur

Desa Sendangagung Benahi Irigasi Persawahan, Upaya Konkret Atasi Krisis Air

×

Desa Sendangagung Benahi Irigasi Persawahan, Upaya Konkret Atasi Krisis Air

Sebarkan artikel ini
Pembangunan saluran irigasi di Desa Sendangagung, Magetan, melalui Program HIPPA.
Masyarakat Desa Sendangagung bergotong royong membangun irigasi persawahan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Percepat Ketahanan Pangan Melalui Program HIPPA 2026

MAGETAN | DETIKREPORTASE.COM – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) atau yang dikenal sebagai HIPPA. Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, menjadi salah satu penerima manfaat program tahun 2026 ini untuk membenahi jaringan irigasi persawahan yang selama ini menjadi kendala produktivitas petani.

​Program ini difokuskan pada pembangunan saluran irigasi di area persawahan Sekojur. Berdasarkan keterangan Kasno, selaku Bendahara HIPPA Desa Sendangagung, pengerjaan konstruksi meliputi saluran sepanjang 255 meter dengan lebar 120 cm dan tinggi 50 cm. Pembangunan dilakukan menggunakan batu belah dengan sistem acian untuk memastikan kualitas struktur yang kokoh dan tahan lama. Hingga Selasa (14/7/2026), progres pengerjaan telah mencapai 30 persen. Mengingat pentingnya infrastruktur bagi keberlangsungan sektor pertanian, simak analisis mendalam kami mengenai tata kelola bantuan daerah di sini: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

​Swakelola Masyarakat dan Target Kemandirian Petani

​Kepala Desa Sendangagung, Lilik Sriyani, mengonfirmasi bahwa desa menerima bantuan dana sebesar Rp195.000.000 yang dikelola sepenuhnya melalui sistem swakelola masyarakat. Pelibatan warga secara langsung dalam pembangunan diharapkan dapat mempercepat durasi pengerjaan yang ditargetkan rampung dalam 2 hingga 3 bulan ke depan.

​”Pemerintah Desa Sendangagung sangat berterima kasih sekali dengan pemerintah. Dengan adanya bantuan HIPPA ini, petani menjadi punya wadah resmi serta sarana jaringan irigasi yang terurus. Sehingga sawah tidak mengalami kekeringan serta mendapatkan hasil panen yang baik dan meningkat,” ujar Lilik Sriyani.

​Selain memperbaiki sarana fisik, program HIPPA bertujuan memberdayakan petani agar mandiri dalam mengelola dan memelihara jaringan irigasi secara berkelanjutan. Untuk memahami lebih jauh mengenai regulasi dan pengawasan pengelolaan anggaran desa agar tetap transparan, baca artikel berikut: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

​Dampak Ekonomi dan Produktivitas Pertanian

​Pembangunan saluran irigasi ini bukan hanya soal aliran air, tetapi juga strategi membuka lapangan kerja bagi warga desa serta upaya nyata dalam mengentaskan kemiskinan melalui pertanian yang lebih produktif. Dengan ketersediaan air yang terjamin, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan kualitas hasil panen, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan daerah. Pantau terus berita mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur dan pengawasan kinerja pemerintah daerah lainnya melalui kanal kami di: https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

​✍️ Daen | detikreportase.com | Magetan

DETIKREPORTASE.COM : Infrastruktur Terawat, Hasil Panen Meningkat, Petani Sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250