Keresahan Tata Kelola dan Dugaan Ancaman Mark Up Anggaran
PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai investasi masa depan bangsa kini mendapat sorotan tajam. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kabupaten Pelalawan secara terbuka menyoroti tata kelola program ini dan mendesak adanya pengawasan ekstra ketat agar anggaran jumbo tersebut tidak menjadi celah penyimpangan oknum tak bertanggung jawab.
Ketua KAMMI Pelalawan, Guna Damanik, menegaskan bahwa keresahan terhadap tata kelola MBG telah muncul sejak program ini bergulir. “Kami sejak awal sepakat dengan gagasan MBG sebagai investasi bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, kami juga menyimpan kekhawatiran bahwa pengawasan yang tidak optimal dapat membuka celah bagi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran,” ungkap Guna.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar, mengingat kebijakan ini berkaitan erat dengan kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan agar anggaran negara tidak disalahgunakan. Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Sinyal Bahaya dari Pusat: Peringatan Keras untuk Pelalawan
Guna merujuk pada temuan di tingkat pusat, termasuk pernyataan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, yang mengungkap adanya laporan dugaan mark up (penggelembungan) harga bahan baku oleh sejumlah mitra MBG di beberapa daerah. Menurut Guna, kondisi tersebut menjadi peringatan agar seluruh daerah, termasuk Kabupaten Pelalawan, memperkuat pengawasan untuk meminimalisir risiko terjadinya dugaan penyimpangan serupa.
Kondisi lemahnya pengawasan sering menjadi celah bagi oknum untuk berbuat curang, serupa dengan pola penyimpangan yang kerap ditemukan di tingkat nasional. Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Tuntutan Audit Independen Sebagai Langkah Preventif
”Karena itu, kami mendesak agar dapur-dapur MBG di Kabupaten Pelalawan diaudit secara menyeluruh dan berkala. Permintaan ini bukan karena kami menuduh telah terjadi penyimpangan, melainkan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengelolaan anggaran benar-benar transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan,” tegas Guna.
Ia menambahkan, audit independen ini sangat krusial agar program tidak mengalami nasib serupa dengan skandal subsidi yang merugikan rakyat. Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Harapan untuk Keberhasilan Program
”Program yang baik harus dijaga dengan tata kelola yang baik. Jangan sampai cita-cita meningkatkan gizi anak bangsa justru tercoreng karena lemahnya pengawasan. Kami ingin MBG berhasil, tetapi keberhasilannya harus dibangun di atas integritas dan akuntabilitas,” tutup Guna.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan aspirasi dari pihak KAMMI Pelalawan sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat. Detikreportase.com tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan bersedia menyajikan hak jawab dari pihak terkait atau penyelenggara program MBG apabila diperlukan klarifikasi lebih lanjut mengenai tata kelola di lapangan.
✍️ Reporter : Tim Redaksi | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : Menjaga Integritas, Mengawal Uang Rakyat.





