BeritaSulawesi Selatan

Menjelang Musda Golkar Sulsel, Ian Kamaruddin, Jangan Kambing Hitamkan DPP

×

Menjelang Musda Golkar Sulsel, Ian Kamaruddin, Jangan Kambing Hitamkan DPP

Sebarkan artikel ini

Ian Kamaruddin Tegaskan, Jangan Kambing-Hitamkan DPP.

Makassar, DETIKREPORTASE.COM – Dinamika politik menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian terasa memanas. Di tengah gencarnya manuver sejumlah elite dan munculnya dukungan dari berbagai DPD II di wilayah, 29/05/2026

nama Ian Kamaruddin — atau yang akrab disapa Ian Anarki — turut bersuara. Kader muda yang juga berasal dari DPD II Golkar Jeneponto ini melontarkan kritik tajam terhadap pihak-pihak yang dinilai berupaya membangun narasi atau bingkai politik bernuansa tekanan terhadap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Pandangan Yang Keliru

Ian menegaskan, pandangan yang menyatakan bahwa penurunan perolehan suara Partai Golkar di Sulawesi Selatan disebabkan semata-mata oleh keputusan yang diambil DPP pada Musda sebelumnya adalah pandangan yang keliru, tidak objektif, dan cenderung menggiring opini publik secara sepihak.

Merosotnya Suara Partai

“Jangan mencoba mengintimidasi DPP Golkar dengan narasi seolah-olah setiap keputusan yang diambil oleh pihak pusat adalah penyebab utama merosotnya suara partai. Itu adalah argumentasi yang terlalu sederhana, dangkal, dan sama sekali tidak mencerminkan semangat kaderisasi sejati dalam tubuh Golkar,” tegas Ian saat memberikan keterangan pers, Kamis.

Kekuatan dan Strategi Politik

Menurut Ian, yang dikenal sebagai salah satu kader potensial di wilayahnya, akar persoalan yang sebenarnya perlu dikaji dan dievaluasi justru terletak pada lemahnya konsolidasi internal di sejumlah wilayah. Ia menilai, sebagian elite di tingkat daerah justru lebih sibuk menyusun peta kekuatan dan mengatur strategi politik pribadi menjelang Musda, ketimbang memfokuskan energi untuk memperkuat struktur organisasi serta menjaga militansi kader hingga ke tingkat akar rumput.

Kritisi dan Evaluasi

“Jika hari ini kita melihat adanya penurunan dukungan elektoral di beberapa wilayah, maka yang harus dikritisi dan dievaluasi adalah kinerja kepemimpinan di daerah yang ternyata gagal melakukan konsolidasi partai secara maksimal dan menyeluruh. Jangan sampai seluruh kekurangan atau kegagalan di daerah dibebankan begitu saja kepada DPP,” ujarnya dengan nada tegas.

Ian mengingatkan kembali bahwa Partai Golkar sejak awal didirikan dan dibangun di atas tradisi organisasi yang kokoh, berprinsip kolektif, serta memiliki jenjang kepemimpinan yang jelas. Berlandaskan hal itu, komunikasi politik antara pengurus daerah dan pusat seharusnya dibangun dengan cara yang elegan, beretika, dan konstruktif — bukan ditempuh melalui tekanan opini, insinuasi, maupun kampanye negatif yang justru berpotensi meretakkan soliditas partai.

Doktrin dan Perjuangan Partai

“Golkar ini adalah partai karya, partai yang mengutamakan hasil kerja nyata, bukan arena atau forum untuk saling menggertak dan berebut pengaruh. Kader yang benar-benar memahami sejarah, jati diri, dan doktrin perjuangan Golkar pasti mengerti bahwa loyalitas terhadap organisasi serta kemampuan membesarkan dan memajukan partai di daerah masing-masing adalah ukuran utama seorang pemimpin,” katanya.

Binkai Politik Bernada Intimidasi

Lebih jauh, Ian secara terang-terangan menyatakan bahwa figur atau kelompok yang sengaja memainkan narasi dan bingkai politik bernada intimidasi terhadap DPP, dinilai tidak memiliki kapasitas dan kelayakan untuk memimpin Golkar Sulawesi Selatan ke depan.

“Saya tegaskan, kandidat yang justru sibuk membuat skema narasi untuk menekan atau mengintimidasi DPP, saya rasa tidak layak memimpin Golkar Sulawesi Selatan ke depan. Golkar Sulsel membutuhkan sosok pemimpin pemersatu, yang mampu membangun konsolidasi yang kuat, serta mengajak seluruh elemen untuk bersinergi. Bukan figur yang justru memperkeruh suasana dengan tekanan opini hanya demi mengejar ambisi dalam Musda nanti,” lanjutnya.

Masa Depan Partai

Bagi Ian, Musda seharusnya dijadikan momentum strategis untuk memperkokoh kembali soliditas organisasi dan memperkuat konsolidasi, guna menghadapi berbagai agenda politik besar di tingkat nasional maupun daerah di masa mendatang. Bukan sebaliknya, justru menjadi ajang yang memperuncing ketegangan dan menciptakan jurang pemisah antara kepentingan daerah dan pusat.

“Jangan sampai karena ambisi sesaat menjelang Musda, seluruh energi dan kekuatan partai habis hanya untuk saling menekan dan berdebat tanpa hasil. Yang paling dibutuhkan Golkar Sulsel saat ini adalah kerja nyata, konsolidasi yang menyeluruh, penguatan sistem kaderisasi, serta upaya sungguh-sungguh untuk mengembalikan kepercayaan dan kekuatan partai di tengah masyarakat,” pungkas Ian.

Rusli detikreportase.com

Jeneponto Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250