BeritaJakarta

Nasional| Jelang Iduladha 2026, Kepala Badan Karantina Indonesia Tinjau Kedatangan 275 Ekor Sapi Kurban di Tanjung Priok

×

Nasional| Jelang Iduladha 2026, Kepala Badan Karantina Indonesia Tinjau Kedatangan 275 Ekor Sapi Kurban di Tanjung Priok

Sebarkan artikel ini

Pemeriksaan Ketat Dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA | DETIKREPORTASE.COM – Kepala Badan Karantina Indonesia melakukan peninjauan langsung terhadap kedatangan 275 ekor sapi kurban antarpulau di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/5/2026). Monitoring tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan hewan ternak yang masuk ke wilayah Jakarta aman dari potensi penyakit menular eksotis menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Kegiatan pemeriksaan berlangsung di Kade 108 Pelabuhan Tanjung Priok mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB. Pemeriksaan difokuskan pada aspek fisik hewan, biosekuriti, serta tindakan karantina guna mencegah masuknya penyakit berbahaya ke wilayah penangkaran nasional.

Kapal pengangkut ternak yang digunakan yakni KM Camara Nusantara I milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Kupang. Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Kupang pada 14 Mei 2026 menuju Pelabuhan Tanjung Priok dengan membawa total 275 ekor sapi.

Adapun distribusi hewan ternak tersebut terbagi kepada empat penerima, yakni CV Karya Satwa Mandiri sebanyak 100 ekor, CV Sutami Putra Jaya Bekasi sebanyak 75 ekor, PT Hade Dinamis Sejahtera sebanyak 50 ekor, serta CV Andini Berkah Sejahtera sebanyak 50 ekor.

 

Pejabat Karantina dan Aparat Gabungan Turut Hadir

Peninjauan lapangan dipimpin langsung Kepala Badan Karantina Indonesia bersama jajaran pegawai karantina, aparat kepolisian, General Manager Pelindo, dokter hewan, kapten kapal, hingga sejumlah awak media.

Dalam sesi konferensi pers atau doorstop, pihak karantina menegaskan bahwa pengawasan terhadap lalu lintas hewan kurban tahun ini diperketat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.

Berdasarkan data sistem pemantauan aplikasi Bestrust, secara nasional telah tercatat sebanyak 198.925 ekor sapi dan 103.216 ekor kambing didatangkan dari berbagai daerah pemasok utama seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan hewan ternak bebas dari penyakit menular seperti Anthrax, Lumpy Skin Disease (LSD), dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

 

Satgas Khusus Iduladha Dibentuk Antisipasi Penyakit Hewan

Dalam upaya pengawasan, Badan Karantina Indonesia juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus Iduladha di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat pengawasan terhadap distribusi hewan ternak antarpulau.

Selain itu, Standard Operating Procedure (SOP) karantina diterapkan mulai dari tahap pra-keberangkatan, pemeriksaan klinis oleh dokter hewan pendamping, hingga pengawasan selama pelayaran berlangsung.

Hewan ternak yang menunjukkan indikasi sakit disebut akan langsung dipisahkan dan diisolasi untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Hasil pemeriksaan menyeluruh menunjukkan tidak ditemukan adanya indikasi penyakit menular berbahaya pada seluruh muatan sapi yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap pihak karantina dalam keterangannya.

Dalam konteks pengawasan distribusi pangan dan perlindungan kesehatan masyarakat, pemerintah juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan hukum dan tanggung jawab distribusi komoditas nasional.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Karantina Tegaskan Akan Tindak Tegas Penyelundupan Hewan

Selain fokus pada kesehatan hewan, pihak karantina juga menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik penyelundupan hewan ternak yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat maupun stabilitas distribusi pangan nasional.

Pihak Badan Karantina Indonesia memastikan akan melakukan tindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran sesuai prosedur yang berlaku, termasuk pemusnahan apabila ditemukan hewan yang tidak memenuhi ketentuan karantina.

Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyelundupan dalam distribusi hewan kurban yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Pengawasan distribusi ternak dan komoditas nasional juga dinilai penting dalam menjaga transparansi tata kelola pangan dan mencegah potensi penyimpangan distribusi di daerah.

Simak juga:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Selain itu, penguatan sistem pengawasan pangan dan distribusi komoditas turut menjadi perhatian dalam menjaga ketahanan nasional serta perlindungan masyarakat.

Baca juga:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha, pemerintah berharap sistem pengawasan terpadu dapat memastikan seluruh hewan yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi.

✍️ Mardhika Agung Nugraha, M.Pd | detikreportase.com | Jakarta – DKI Jakarta

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Ketahanan Pangan dan Keamanan Hewan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250