Kalimantan Barat

MELURUSKAN FAKTA! Wabup Ketapang Tegaskan: Perjalanan ke Luar Negeri untuk Berobat, Murni Pakai Biaya Pribadi, Bukan Uang Negara

×

MELURUSKAN FAKTA! Wabup Ketapang Tegaskan: Perjalanan ke Luar Negeri untuk Berobat, Murni Pakai Biaya Pribadi, Bukan Uang Negara

Sebarkan artikel ini

MELURUSKAN FAKTA! Wabup Ketapang Tegaskan: Perjalanan ke Luar Negeri untuk Berobat, Murni Pakai Biaya Pribadi, Bukan Uang Negara

KETAPANG, Detik Reportase.com kalimantan Barat – Beberapa waktu terakhir, publik dikejutkan dengan beredarnya berbagai pemberitaan dan narasi di media massa maupun media sosial yang menyimpang dari fakta sebenarnya. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka perjalanan dinas dengan menggunakan fasilitas dan anggaran keuangan negara.

Pemberitaan ini muncul beriringan dengan informasi mengenai ketidakhadiran Jamhuri Amir dalam acara Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Ketapang beberapa waktu lalu. Ketika awalnya ia menyampaikan alasan tidak hadir karena sedang berobat ke Kuching, Malaysia, informasi tersebut justru diputarbalikkan menjadi isu negatif.

Banyak pihak yang mempertanyakan, mengapa seorang pejabat daerah bisa bepergian ke luar negeri di saat jam kerja atau masa tugas. Bahkan, sebagian media mengaitkannya dengan aturan resmi, yakni Permendagri Nomor 29 Tahun 2016 tentang Pedoman Perjalanan Dinas Luar Negeri bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah. Berdasarkan aturan tersebut, setiap perjalanan dinas ke luar negeri wajib mendapatkan izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri.

Dari situ, muncul asumsi liar dan narasi yang menyudutkan, seolah-olah Wabup telah melanggar aturan dan menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Menanggapi pemberitaan yang tidak berdasar tersebut, Jamhuri Amir akhirnya angkat bicara dan meluruskan semua kekeliruan informasi yang tersebar luas, termasuk menyampaikan alasan mendasar di balik perjalanannya tersebut.

“Kalau boleh jujur, alasan saya berobat keluar negeri itu karena dokter spesialis untuk penyakit usus dan hati itu tidak ada di Ketapang. Tenaga medis spesialis tersebut ada di Kuching, Malaysia. Bahkan jadwal ini sudah diatur dan jadwalkan dua bulan lalu, di mana saya dan istri saya memang harus melakukan pemeriksaan rutin atau check-up sesuai anjuran dokter,” ungkap Jamhuri menjelaskan latar belakang perjalanannya.

Dengan nada tegas namun penuh kesadaran, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada satu pun anggaran negara yang digunakannya. Ia bahkan meminta maaf jika perjalanan pribadinya tersebut dianggap sebagai kesalahan di mata publik.

“Jika saya berangkat ke Kuching untuk urusan berobat, tidak menggunakan uang negara, tidak memakai fasilitas negara, dan juga bukan dalam rangka perjalanan dinas semata-mata menggunakan uang pribadi, tapi hal ini tetap dianggap salah oleh sebagian pihak, maka saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Ketapang. Saya tidak ada niat sedikit pun untuk melanggar aturan atau menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan,” tegasnya.

Terkait informasi kunjungannya ke ibu kota memiliki tujuan resmi. Keputusan untuk langsung ke Jakarta setelah dari luar negeri pun diambil demi efisiensi waktu dan biaya.

“Perlu saya luruskan juga, saya ke Jakarta dalam rangka menghadiri undangan dan pertemuan resmi di Kementerian Pertanian yang dijadwalkan pada Senin (20/04/2026). Saya memutuskan untuk langsung menuju Jakarta dari luar negeri agar lebih hemat waktu dan tenaga, ketimbang harus pulang dulu ke Ketapang dan berangkat lagi ke Jakarta yang tentu akan memakan biaya serta waktu lebih banyak,” jelasnya.

Sementara itu, terkait beredarnya foto dirinya sedang bertemu dengan sejumlah rekan di Jakarta, Jamhuri menyatakan hal itu adalah hal yang lumrah.

“Kalau ada foto saya sedang ngopi atau bertemu teman di Jakarta, itu hanya kebetulan saja. Kami sama-sama berada di tempat yang sama, dan sebagai sesama orang asal Ketapang, tentu saja kami sempat membicarakan berbagai hal termasuk kemajuan daerah kita. Itu hal yang wajar dan tidak ada yang perlu dituduh-tuduhkan,” tambahnya.

Setelah meluruskan isu perjalanan yang sempat dihembuskan negatif, Jamhuri kembali ditanya mengenai isu yang juga santer beredar, yaitu terkait kondisi hubungan dengan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.

Menanggapi hal itu, ia kembali memberikan jawaban yang sudah sering disampaikan. “Sekali lagi saya tegaskan, hubungan saya dengan Pak Bupati saat ini masih baik-baik saja.

Dengan penjelasan rinci ini, sudah terjawab dengan jelas bahwa narasi mengenai perjalanan dinas dan penggunaan uang negara adalah berita yang tidak sesuai fakta. Faktanya, perjalanan ke luar negeri adalah urusan kesehatan pribadi yang dibiayai sendiri, sedangkan kunjungan ke Jakarta adalah tugas resmi yang dijalankan dengan prinsip efisiensi.

Reporter Slamet
Detik Reportase com kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250