BeritaRIAU

Tokoh Pemuda Pelalawan Berbagi di Ramadan: Santunan Anak Yatim dan Takjil di Sorek Satu Jadi Penguat Solidaritas Sosial

593
×

Tokoh Pemuda Pelalawan Berbagi di Ramadan: Santunan Anak Yatim dan Takjil di Sorek Satu Jadi Penguat Solidaritas Sosial

Sebarkan artikel ini
santunan anak yatim dan pembagian takjil Ramadan di Sorek Satu Pelalawan Riau
Tokoh pemuda Sorek Satu Nahar Efendi bersama panitia saat membagikan takjil dan santunan kepada anak yatim di depan Mie Gacoan Sorek Satu, Pelalawan.

Kegiatan Sosial Ramadan di Sorek Satu, Harapan Kepedulian Tumbuh di Tengah Masyarakat

PELALAWAN, RIAU – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terlihat di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Tokoh pemuda Sorek Satu, Nahar Efendi, menggelar kegiatan santunan anak yatim sekaligus pembagian takjil gratis kepada masyarakat yang melintas di depan gerai Mie Gacoan Sorek Satu pada Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Sejumlah anak yatim menerima santunan langsung dari panitia, sementara ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Menurut Nahar Efendi, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ajakan kepada masyarakat agar terus menumbuhkan semangat berbagi, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan nilai kebersamaan dan empati terhadap sesama.

“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kami ingin berbagi dengan anak-anak yatim dan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Semoga kegiatan kecil ini bisa memberi manfaat dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap sesama,” ujar Nahar Efendi kepada detikreportase.com.

 

Santunan Anak Yatim Jadi Pesan Kepedulian Sosial

Dalam kegiatan tersebut, beberapa anak yatim dari lingkungan sekitar Sorek Satu menerima santunan sebagai bentuk dukungan moral dan sosial. Bagi mereka, perhatian seperti ini memiliki arti yang sangat besar.

Salah satu anak penerima santunan, Adi (11), mengaku senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Saya senang sekali bisa mendapat santunan. Terima kasih kepada bapak-bapak yang sudah peduli kepada kami,” ujarnya singkat.

Kegiatan sosial seperti ini dinilai menjadi bagian dari budaya gotong royong yang masih kuat di masyarakat. Banyak warga yang turut membantu membagikan takjil maupun mendukung kegiatan tersebut secara sukarela.

Dalam konteks kehidupan sosial dan tanggung jawab masyarakat terhadap sesama, nilai-nilai solidaritas seperti ini juga sejalan dengan semangat hukum dan tanggung jawab sosial yang diatur dalam sistem hukum nasional.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Pengendara yang Melintas Mengapresiasi Aksi Berbagi

Pembagian takjil yang dilakukan di depan Mie Gacoan Sorek Satu juga mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas. Banyak pengendara yang berhenti sejenak untuk menerima paket takjil sambil menyampaikan apresiasi kepada panitia.

Salah seorang pengendara, Jondri (38), mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kadang kita masih di jalan saat waktu berbuka tiba. Dengan adanya pembagian takjil seperti ini tentu sangat membantu. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap Ramadan,” katanya.

Menurut beberapa warga, kegiatan berbagi takjil bukan hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial yang mempererat hubungan antar warga.

Fenomena gerakan sosial berbasis masyarakat ini juga sering muncul di berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan bahwa kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

 

Ramadan Jadi Momentum Memperkuat Kebersamaan

Nahar Efendi berharap kegiatan santunan anak yatim dan pembagian takjil ini tidak hanya berhenti pada tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Ia juga mengajak generasi muda di Pelalawan untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bentuk kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kami, ke depan semakin banyak pemuda yang terlibat dalam kegiatan sosial seperti ini. Tidak harus besar, yang penting ada niat untuk berbagi dan membantu sesama,” ungkapnya.

Di sisi lain, kegiatan berbagi di bulan Ramadan juga sering dikaitkan dengan upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.

Konflik kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan juga menjadi perhatian nasional, termasuk dalam berbagai program subsidi yang menyasar kelompok masyarakat kecil.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Kegiatan santunan anak yatim dan pembagian takjil yang digagas tokoh pemuda Sorek Satu ini menjadi contoh bagaimana kepedulian sosial dapat tumbuh dari inisiatif masyarakat sendiri. Harapannya, semangat berbagi tersebut terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk membangun solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

✍️ Tim | detikreportase.com | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : Menguatkan Solidaritas Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250