BeritaNusa Tenggara Timur

Bunda Literasi Resmikan Pondok Literasi Nuba Nanga di Desa Tana Duen, Apa Dampaknya?

551
×

Bunda Literasi Resmikan Pondok Literasi Nuba Nanga di Desa Tana Duen, Apa Dampaknya?

Sebarkan artikel ini
Peresmian Pondok Literasi Nuba Nanga Desa Tana Duen Sikka oleh Bunda Literasi, penguatan gerakan literasi desa di Maumere NTT
Bunda Literasi Kabupaten Sikka meresmikan Pondok Literasi Nuba Nanga di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi berbasis desa di Kabupaten Sikka, NTT.

Peresmian di Pantai Bolawolon Jadi Momentum Literasi Berbasis Desa

MAUMERE, SIKKA – Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, meresmikan Pondok Literasi Nuba Nanga di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Sabtu (28/02/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Bolawolon tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan gerakan literasi berbasis desa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya aktivitas literasi dan sains bagi pelajar serta masyarakat umum di Desa Tana Duen dan sekitarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka, Very Awales, Sekretaris DISARPUS Yuvensius Rafael, Sekretaris Camat Kangae, jajaran TP PKK Kabupaten Sikka, Tim Bidang Pengelolaan Perpustakaan DISARPUS, Ketua Asidewi Yance Moa, Tokoh Dunia Anak Ari, tokoh adat, tokoh masyarakat, Pokdarwis Desa Tana Duen, para guru dan tutor PAUD, siswa-siswi SD dan SMP, serta masyarakat setempat.

 

Bunda Literasi: Pondok Baca Harus Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Seremoni

Dalam sambutannya, Fista Sambuari Kago menegaskan bahwa keberadaan pondok literasi tidak boleh berhenti pada seremoni peresmian semata. Ia menekankan pentingnya menjadikan literasi sebagai kebiasaan baru di tengah masyarakat desa.

“Pondok Literasi Nuba Nanga ini harus menjadi habit atau kebiasaan. Anak-anak harus datang membaca, berdiskusi, belajar sains sederhana, dan menjadikan tempat ini sebagai ruang tumbuh bersama. Jangan sampai berhenti hanya pada acara peresmian hari ini,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah desa, guru, orang tua, Pokdarwis, serta pegiat literasi untuk menjaga dan menghidupkan pondok baca tersebut secara berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar gerakan literasi benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen serupa disampaikan Kepala DISARPUS Kabupaten Sikka, Very Awales. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung penyediaan bahan bacaan, pendampingan pengelolaan, hingga program literasi dan sains inovatif di desa-desa.

Ketua Asidewi Yance Moa dan Tokoh Dunia Anak Ari juga menyampaikan kesiapan mereka untuk bersinergi menghadirkan kegiatan edukatif yang kreatif dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

 

Literasi Desa dan Tanggung Jawab Tata Kelola

Penguatan literasi berbasis desa tidak hanya berbicara soal buku dan ruang baca, tetapi juga menyangkut tata kelola program yang transparan dan akuntabel. Dalam konteks tanggung jawab hukum terhadap pengelolaan anggaran publik, masyarakat dapat memahami kerangka regulasi melalui ketentuan hukum terbaru.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, penguatan literasi desa juga harus diiringi dengan pengawasan dan akuntabilitas agar program tidak sekadar menjadi proyek jangka pendek. Pengalaman nasional menunjukkan bahwa tata kelola yang lemah dalam berbagai sektor dapat berujung pada persoalan hukum.

Gambaran pola tersebut dapat dilihat dalam laporan berikut:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Selain itu, pembelajaran dari sektor lain seperti distribusi dan pengawasan subsidi nasional menunjukkan pentingnya manajemen yang transparan dan berkelanjutan.

Selengkapnya dapat dibaca di:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

 

Desa Tana Duen Menuju Percontohan Literasi Komunitas

Dengan diresmikannya Pondok Literasi Nuba Nanga, Desa Tana Duen diharapkan menjadi salah satu desa percontohan dalam pengembangan literasi berbasis komunitas di Kabupaten Sikka.

Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta menumbuhkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Literasi tidak lagi dipahami sebagai aktivitas akademik semata, tetapi sebagai gerakan sosial yang memperkuat karakter, pengetahuan, dan daya kritis masyarakat.

Masyarakat setempat menyambut positif kehadiran pondok literasi tersebut dan berharap kegiatan membaca, diskusi, hingga pembelajaran sains sederhana dapat berlangsung rutin dan berkelanjutan.

DetikReportase.com akan terus memantau perkembangan gerakan literasi berbasis desa di Sikka sebagai bagian dari komitmen mengawal pembangunan sumber daya manusia di daerah.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Maumere – Nusa Tenggara Timur

DETIKREPORTASE.COM : Membangun Generasi Cerdas dari Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250