Sinergi kebijakan, penganggaran, dan reformasi birokrasi.
JAKARTA | DETIKREPORTASE.COM — Pemerintah terus memperkuat fondasi pembangunan nasional agar berjalan konsisten, efektif, dan tepat sasaran. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pertemuan strategis antara Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini, yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Pertemuan ini menjadi bagian penting dari upaya sinkronisasi kebijakan lintas kementerian dalam rangka mengawal program prioritas nasional sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama pembahasan diarahkan pada penguatan Strategi Diamond, sebuah kerangka manajemen strategis yang dirancang untuk memastikan arah pembangunan nasional dapat diterjemahkan secara konsisten hingga tahap pelaksanaan di lapangan.
Dalam suasana rapat yang berlangsung konstruktif dan koordinatif, kedua menteri sepakat bahwa sinergi antara kebijakan, penganggaran, serta kesiapan kelembagaan menjadi kunci utama agar pembangunan nasional berjalan optimal di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika nasional yang terus berkembang.
Penguatan sinergi kebijakan dan penganggaran nasional
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh keselarasan antara perencanaan kebijakan dan alokasi anggaran negara. Menurutnya, Strategi Diamond hadir sebagai panduan strategis agar seluruh program prioritas presiden memiliki pijakan yang kuat, terukur, dan berkelanjutan.
“Fokus kita adalah memastikan setiap arah kebijakan dan alokasi anggaran benar-benar mendukung program prioritas presiden. Strategi Diamond akan menjadi kerangka yang memandu implementasi, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi kinerja kementerian dan lembaga,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan, tanpa kerangka strategis yang jelas, potensi tumpang tindih program serta inefisiensi penggunaan anggaran negara akan sulit dihindari. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk menjadikan Strategi Diamond sebagai acuan utama dalam penyusunan program dan kegiatan.
Strategi Diamond sebagai fondasi pembangunan prioritas
Strategi Diamond merupakan pendekatan manajemen strategis yang menitikberatkan pada empat pilar utama pembangunan nasional. Keempat pilar ini dirancang saling terhubung dan memperkuat satu sama lain dalam memastikan pelaksanaan program prioritas berjalan sesuai target.
Pilar pertama adalah arah kebijakan yang jelas, yakni penetapan tujuan pembangunan prioritas secara spesifik, terukur, dan selaras dengan visi presiden. Pilar kedua, penganggaran yang tepat sasaran, memastikan alokasi anggaran negara benar-benar mendukung capaian program prioritas.
Pilar ketiga adalah kesiapan kelembagaan, yang mencakup penguatan struktur organisasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kementerian dan lembaga. Sementara pilar keempat, evaluasi kinerja dan akuntabilitas, bertujuan memastikan setiap program dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Melalui penerapan Strategi Diamond, pemerintah berharap seluruh kementerian dan lembaga dapat bekerja secara selaras, mengurangi duplikasi program, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Peran Kemenpan-RB dalam penguatan SDM dan reformasi birokrasi
Dalam pertemuan tersebut, Menpan-RB Rini Widyantini menekankan bahwa keberhasilan Strategi Diamond tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kesiapan kelembagaan serta kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara.
“Kinerja lembaga akan optimal jika struktur organisasi jelas, prosedur berjalan lancar, dan SDM siap menghadapi tantangan pelaksanaan program prioritas,” ujar Rini.
Ia menyampaikan bahwa Kemenpan-RB akan terus mendorong reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil, termasuk melalui penguatan sistem evaluasi kinerja serta peningkatan kapasitas aparatur di seluruh kementerian dan lembaga. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian menjadi faktor penting agar kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke daerah.
Komitmen akuntabilitas dan manfaat nyata bagi masyarakat
Selain membahas Strategi Diamond, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya peningkatan koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam pengelolaan program prioritas nasional. Pembahasan mencakup penyiapan laporan kinerja yang terintegrasi serta penguatan mekanisme pengawasan agar pelaksanaan program tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa implementasi Strategi Diamond tidak hanya bertujuan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, tetapi juga memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Kita ingin setiap program berjalan dengan tepat sasaran, memberikan manfaat nyata bagi rakyat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, sejalan dengan visi presiden,” tegasnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang sinkronisasi antara Kementerian Keuangan dan Kemenpan-RB dalam memetakan prioritas pembangunan nasional, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga implementasi dan evaluasi di lapangan. Keduanya sepakat bahwa koordinasi yang solid dan pemantauan berkelanjutan merupakan kunci keberhasilan Strategi Diamond.
Dengan penguatan strategi ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan nasional yang konsisten, efektif, dan akuntabel. Seluruh kementerian dan lembaga diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing secara profesional, memastikan program prioritas nasional terealisasi sesuai target, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Informasi pertemuan dan pernyataan para menteri tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
✍️ Tim | detikreportase.com | Jakarta
DETIKREPORTASE.COM : Sinergi Kebijakan, Anggaran, dan Reformasi Birokrasi untuk Pembangunan Nasional





