BeritaNusa Tenggara Timur

OMK Paroki Boganatar Sikka Rangkai Kandang Natal dari Seng Bekas Erupsi Gunung Lewotobi

548
×

OMK Paroki Boganatar Sikka Rangkai Kandang Natal dari Seng Bekas Erupsi Gunung Lewotobi

Sebarkan artikel ini

Kandang Natal Erupsi, Simbol Iman di Tengah Luka Bencana

SIKKA | DETIKREPORTASE.COM — Ada yang berbeda dalam perayaan Natal tahun ini di Paroki Santo Yohanes Baptista Boganatar, Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Jika pada tahun-tahun sebelumnya dekorasi kandang Natal dirangkai dari bahan alam seperti bambu, kayu, atau dedaunan, kali ini Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Boganatar menghadirkan kandang Natal yang tidak biasa.
OMK Boganatar merangkai kandang Natal dari tumpukan seng bekas yang telah berkarat dan berlubang, sisa material bangunan gereja yang rusak akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Karya tersebut kemudian diberi nama “Kandang Natal Erupsi”, sebuah simbol refleksi iman umat yang telah dua tahun hidup berdampingan dengan bencana alam.
Seng-seng bekas itu sebelumnya digunakan sebagai atap gereja dan bangunan pendukung paroki. Namun, akibat hujan abu dan material vulkanik yang terus melanda wilayah tersebut sejak akhir 2023, seng-seng itu mengalami kerusakan parah dan harus diganti.

Makna Natal dari Puing Kehancuran

Ar Lewuk, seniman muda sekaligus anggota OMK Paroki Boganatar yang menginisiasi pembuatan kandang Natal tersebut, mengatakan bahwa ide itu lahir dari pengalaman hidup langsung bersama bencana selama dua tahun terakhir.
Menurutnya, kandang Natal dari seng bekas bukan sekadar karya seni, melainkan ungkapan iman dan pesan reflektif bagi seluruh umat.
“Saya bersama teman-teman OMK, didampingi Pastor Moderator OMK, sengaja memilih material seng bekas dibandingkan bambu atau bahan lainnya. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa dari puing-puing kehancuran pun dapat lahir makna baru yang mengandung nilai Natal, seperti harapan, sukacita, dan solidaritas,” ujar Ar.
Ia menuturkan, kelahiran Yesus sendiri diawali dengan banyak keterbatasan dan rintangan, namun justru dari kesederhanaan itulah lahir sukacita besar bagi umat manusia.
“Umat Boganatar juga telah melewati banyak rintangan. Atap rumah rusak, gagal panen, makanan sulit, tetapi kami tetap setia menyambut kelahiran Yesus dengan penuh sukacita,” ungkap pemuda yang dikenal melalui berbagai lukisan bergaya Renaisans di sejumlah gereja di Flores Timur itu.

Dua Tahun Hidup dalam Bayang-Bayang Erupsi

Sejak akhir 2023, aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur terus membayangi kehidupan warga di lima desa wilayah Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Wilayah Paroki Boganatar yang meliputi Desa Kringa, Hikong, Ojang, Timutawa, dan Udek Duen menjadi salah satu kawasan terdampak terparah di luar radius enam kilometer yang ditetapkan oleh petugas pengamatan gunung api.
Pastor Rekan Paroki Boganatar sekaligus Moderator OMK SVD Keuskupan Maumere, Pater Tommy Lehan, SVD, mengungkapkan bahwa sebanyak 5.032 jiwa umat mengalami dampak serius akibat bencana tersebut. Mereka tersebar di delapan stasi, 23 lingkungan, dan 66 Komunitas Basis Gereja (KBG).
“Dampak erupsi tidak hanya melumpuhkan ekonomi warga karena gagal panen, tetapi juga merusak infrastruktur vital,” kata Pater Tommy, Jumat, 26 Desember 2025.

Gereja Bocor, Ibadah di Tengah Genangan Air

Pater Tommy mengenang momen pilu dua bulan lalu ketika umat harus merayakan Ekaristi dalam kondisi memprihatinkan. Hujan deras menembus atap gereja yang berlubang, menyebabkan lantai tergenang air.
“Konsentrasi umat sangat terganggu. Altar, sakristi, ruangan dalam gereja, bahkan tempat duduk pastor basah semua. Umat harus berdiri di atas genangan air saat Misa,” kenangnya.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada gereja induk, tetapi juga delapan kapela, aula, pastoran, hingga biara. Kondisi ini mendorong Dewan Pastoral Paroki (DPP) Boganatar bergerak cepat dengan mengajukan proposal bantuan ke Keuskupan Maumere.
Dukungan pun mengalir dari berbagai paroki di Keuskupan Maumere, Caritas Indonesia, serta para donatur pribadi, baik dari kalangan pastor maupun umat.

Gotong Royong Menghadirkan Harapan Baru

Berkat semangat gotong royong dan solidaritas lintas paroki, penggantian atap seng gereja akhirnya dapat dilakukan. Satu minggu sebelum Hari Raya Natal, seluruh atap gereja berhasil terpasang kembali.
“Semangat kolektif ini membawa harapan baru bagi kami umat Boganatar. Kami sangat berterima kasih kepada Uskup Maumere, Caritas Indonesia, paroki-paroki, para pastor, dan semua donatur. Jika tidak, mungkin kami harus merayakan Natal di bawah guyuran hujan,” ujar Pater Tommy.
Ia menilai bencana ini justru membuka ruang perjumpaan kemanusiaan yang mendalam.
“Selama bencana, kami dibantu oleh orang-orang yang sebelumnya tidak kami kenal. Mereka tergerak setelah melihat dan mendengar kisah kami dari media dan datang dengan hati yang tulus membantu selama hampir dua tahun ini,” tambahnya.

Iman Umat Dipanggil untuk Diperbarui

Pastor Paroki Boganatar, Pater Yeremias Purin Koten, SVD, dalam homili Misa Hari Raya Natal menegaskan bahwa bencana alam adalah momentum refleksi iman, rasa syukur, dan pertobatan.
Ia mengaku sempat khawatir umat akan merayakan Natal di bawah atap gereja yang rusak. Namun, berkat bantuan berbagai pihak, kekhawatiran itu terjawab.
“Kita melihat bersama, atap gereja sudah diperbarui. Saya berharap iman umat juga diperbarui, tidak hanya rajin datang saat hari raya besar, tetapi setia merayakan Ekaristi setiap hari Minggu,” ujar Pater Yerem.
Ia juga mengapresiasi kreativitas OMK Boganatar yang merangkai kandang Natal dari seng bekas erupsi. Menurutnya, karya tersebut melambangkan kerendahan hati, keterbukaan, dan kesediaan berkorban.
“Tuhan mengajarkan bahwa justru dari keadaan sulit, kita diangkat menjadi pribadi yang berharga. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Iman Bertumbuh, Harapan Menyala di Tengah Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250