BeritaRIAU

Dari Aksi Tunggal Jadi Gerakan Warga: Iwan Alias Bagok Bersihkan Lingkungan Desa Sialang Bungkuk

984
×

Dari Aksi Tunggal Jadi Gerakan Warga: Iwan Alias Bagok Bersihkan Lingkungan Desa Sialang Bungkuk

Sebarkan artikel ini

Aksi Peduli Lingkungan yang Berawal dari Niat Tulus

PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM – Tidak banyak orang yang mampu mempertahankan konsistensi menjaga lingkungan tanpa imbalan. Namun, hal itu dilakukan oleh Iwan, atau yang akrab disapa Bagok, warga Desa Sialang Bungkuk yang sudah lebih dari satu tahun mengabdikan dirinya membersihkan lingkungan Jalan Duadin.

Ia memulainya seorang diri, tanpa bantuan, tanpa perhatian publik, dan tanpa fasilitas dari pihak manapun. Setiap hari, Bagok berjalan menyusuri Jalan Duadin sambil memunguti sampah plastik, botol minuman, hingga sisa rumah tangga yang dibuang sembarangan. Ia juga membersihkan semak-semak yang menutupi bahu jalan agar akses warga lebih nyaman.

“Kerja saya sederhana saja. Mengutip sampah, membabat semak, lalu mengumpulkannya di satu titik biar mudah diangkut. Intinya saya ingin lingkungan ini terlihat bersih,” tutur Bagok.

Selain membersihkan, ia juga memasang tempat sampah darurat dari karung di beberapa titik agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Inisiatif itu ia lakukan tanpa diminta, murni karena rasa peduli terhadap lingkungan tempat ia tinggal.

Berawal dari Dana Pribadi, Kini Didukung Warga

Selama berbulan-bulan, seluruh kegiatan kebersihan dilakukan dengan biaya pribadi. Mulai dari membeli karung, tali, hingga peralatan sederhana seperti sabit dan parang. Namun ketulusan yang ia tunjukkan membuat banyak warga tersentuh.

Perlahan, dukungan mulai berdatangan. Beberapa warga ikut membantu tenaga, menyediakan minum, hingga menyumbangkan alat kebersihan sederhana. Ada pula yang mulai turut serta membersihkan lingkungan bersama Iwan ketika ia sedang bekerja.

Amir, seorang warga sekaligus pekerja sosial yang sering mendukung kegiatan-kegiatan sosial di desa itu, turut memberikan apresiasi.

“Bagok ini sudah lama bergerak sendiri. Sekarang makin banyak warga yang ikut bantu. Aksi seperti ini patut didukung penuh. Dia sudah membuktikan kalau menjaga lingkungan itu bisa dimulai dari diri sendiri,” ujar Amir.

Dukungan warga membuat gerakan kecil ini berkembang menjadi kerja kolektif. Jalan yang dulunya kotor dan penuh semak kini tampak lebih tertata. Kesadaran masyarakat pun mulai tumbuh, dari yang awalnya hanya melihat kini mulai ikut menjaga kebersihan.

Dukungan Pemerintah Desa Menguatkan Gerakan

Perubahan signifikan yang terjadi membuat salah satu perangkat Desa Sialang Bungkuk ikut memperhatikan gerakan kebersihan tersebut. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan apresiasi serta dukungan pemerintah desa.

“Dari pihak desa, tentu kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Kami siap menyediakan peralatan yang dibutuhkan agar kegiatan kebersihan bisa berjalan lebih mudah,” ujarnya.

Meski demikian, perangkat desa tersebut meminta agar namanya tidak dipublikasikan. Ia hanya menegaskan bahwa upaya warga seperti yang dilakukan Bagok layak didukung dan akan menjadi perhatian pemerintah desa untuk ke depannya.

Hadirnya dukungan pemerintah desa membuat inisiatif Bagok kini makin kokoh. Keberadaan alat-alat yang lebih layak, serta kemungkinan adanya program kebersihan berbasis masyarakat, membuka peluang agar gerakan ini menjadi kegiatan rutin dan berkelanjutan.

Dampak Positif yang Mulai Terlihat Nyata

Setahun bekerja tanpa pamrih, hasilnya kini bisa dirasakan oleh seluruh warga. Jalan Duadin yang dulunya dikenal kumuh dan dipenuhi sampah kini menjadi lebih bersih dan nyaman dilalui. Semak-semak yang membahayakan pengguna jalan telah dibersihkan. Tempat sampah darurat dari karung yang dibuat Bagok juga cukup efektif mengurangi pembuangan sampah sembarangan.

Lebih dari sekadar kebersihan fisik, aksi Bagok menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan. Semakin banyak warga yang mulai sadar, tidak lagi membuang sampah sembarangan, bahkan ikut menata area sekitar rumah mereka. Para remaja desa pun beberapa kali terlihat ikut membantu Bagok membersihkan bahu jalan.

Gerakan kecil ini menjadi bukti bahwa perubahan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program pemerintah. Saat seorang warga secara konsisten melakukan sesuatu dengan niat baik, masyarakat lain akan tergerak mengikuti. Kini, apa yang dimulai oleh satu orang berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan warga hingga pemerintah desa.

Di tengah banyaknya persoalan lingkungan yang seringkali dibiarkan, kisah Bagok menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan ketulusan mampu melahirkan perubahan yang luas. Ia mungkin tidak memakai seragam, tidak memegang jabatan, namun dedikasinya memberikan dampak besar bagi desa.

Kesederhanaan yang ia tunjukkan terlihat dari sikapnya yang tetap rendah hati meskipun aksinya mendapat banyak apresiasi. Bagi Bagok, menjaga lingkungan adalah kewajiban bersama, bukan pencapaian pribadi.

✍️ Diky HR | detikreportase.com | Sialang Bungkuk – Riau
DETIKREPORTASE.COM : Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250