BeritaKalimantan Barat

Warga Sungai Tengar Kecewa: Rumah Hancur Diterjang Banjir Rob, Bupati Ketapang Pilih Hadiri Safari Natal

547
×

Warga Sungai Tengar Kecewa: Rumah Hancur Diterjang Banjir Rob, Bupati Ketapang Pilih Hadiri Safari Natal

Sebarkan artikel ini

Banjir Rob Rusak Rumah Warga di Kendawangan

KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM – Kekecewaan mendalam dirasakan warga Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, setelah bencana banjir rob dan gelombang pasang menerjang permukiman mereka pada Selasa (9/12/2025). Musibah tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang nyaris roboh akibat terjangan air laut dan ombak tinggi.Warga mengaku tidak hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga merasa seperti ditinggalkan oleh pemerintah daerah di saat kondisi darurat. Hingga beberapa hari setelah kejadian, kehadiran langsung kepala daerah dinilai tidak terlihat di lokasi bencana, sementara masyarakat masih berjibaku menyelamatkan sisa harta benda serta memperbaiki rumah secara swadaya.

“Rumah kami hancur, tapi kami merasa seperti tidak dianggap,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa kepada tim DetikReportase.com saat ditemui di lokasi.

Relawan Kecewa, Kehadiran Pemerintah Dipertanyakan

Kekecewaan tidak hanya datang dari warga biasa, tetapi juga dari pihak yang selama ini mengaku sebagai relawan pendukung pemerintah daerah. Seorang relawan yang rumahnya rusak parah akibat banjir rob mengaku merasa diabaikan, terutama setelah mengetahui bahwa Bupati Ketapang tetap menghadiri agenda Safari Natal di Kecamatan Simpang Dua dan Simpang Hulu.Menurut warga, kehadiran pimpinan daerah di lokasi bencana setidaknya dapat memberi rasa empati, dukungan moral, dan memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Namun harapan tersebut tidak terwujud sebagaimana yang diinginkan masyarakat setempat.

“Saat masyarakat sedang membutuhkan, justru yang terlihat adalah kegiatan seremonial. Ini yang membuat kami sangat kecewa,” ungkap seorang warga lainnya.

Informasi terkait agenda Safari Natal Bupati Ketapang tersebut pun dibenarkan oleh salah satu pejabat yang turut mendampingi kegiatan tersebut. Kepada awak media, pejabat itu menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan Bupati telah dijadwalkan sejak jauh hari dan tetap dilaksanakan sesuai agenda.

Curahan Hati Warga Viral di Media Sosial

Kekecewaan warga Dusun Sungai Tengar semakin menjadi perhatian publik setelah beredar sebuah video berdurasi sekitar 60 detik di media sosial TikTok. Video tersebut diunggah oleh salah seorang warga yang memperlihatkan kondisi rumahnya yang rusak parah akibat banjir rob.Dalam video itu, warga tersebut tampak mengenakan kaos bertuliskan “Relawan Sahabat AW-JAM” dengan foto Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri. Dengan suara penuh emosi, ia menyampaikan curahan hatinya kepada pemerintah daerah.

“Dulu aku jadi relawan AW-JAM, pakai baju ini aku bangga. Sekarang aku minta relawannya Pak AW-JAM turun ke rumah tangga ku ini, lihat keadaan kami di Dusun Sungai Tengar ini,” ujar warga tersebut sambil memperlihatkan bagian rumah yang rusak.

Unggahan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian menyayangkan minimnya empati pemimpin daerah di saat masyarakat tertimpa musibah, sementara lainnya berharap agar pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan nyata kepada warga terdampak.

Bandingkan Kasus Serupa, Sikap Pemerintah Dipertanyakan

Peristiwa di Ketapang ini juga memunculkan ingatan publik terhadap kasus serupa di wilayah lain di Indonesia. Beberapa waktu lalu, kasus seorang bupati di Aceh yang berada di luar negeri saat daerahnya dilanda bencana sempat menuai kritik keras dari masyarakat dan perhatian pemerintah pusat.Menanggapi kondisi terkini di Ketapang, seorang tokoh masyarakat setempat mempertanyakan sikap pemerintah pusat terhadap kejadian ini. Ia menilai perlakuan yang adil dan konsisten semestinya diterapkan dalam setiap kasus, demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Bagaimana tindakan Presiden terhadap Bupati Ketapang? Apakah akan ada sikap tegas seperti pada kasus sebelumnya, atau justru ada pengecualian?” ujarnya mempertanyakan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Ketapang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga Dusun Sungai Tengar maupun isu yang berkembang di media sosial. DetikReportase.com masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk memperoleh pernyataan resmi.

Sebagai bagian dari komitmen jurnalistik, redaksi membuka ruang untuk jawaban, koreksi, dan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : Suara Warga, Nurani Pemimpin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250