BeritaNusa Tenggara Timur

Bupati Sikka Tegaskan Pendekatan Humanis dalam Penertiban Aktivitas Pasar Wuring

515
×

Bupati Sikka Tegaskan Pendekatan Humanis dalam Penertiban Aktivitas Pasar Wuring

Sebarkan artikel ini

Satgas Laporkan Hasil Edukasi dan Respons Pedagang

SIKKA | DETIKREPORTASE.COM – Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam rencana penertiban aktivitas Pasar Wuring. Penegasan ini disampaikan dalam agenda Evaluasi Penertiban Aktivitas Pasar Wuring yang berlangsung di Ruang Iligai, Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Senin, 8 Desember 2025.

Dalam forum tersebut, Ketua Satgas Penertiban Aktivitas Pasar Wuring yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang da Cunha, memaparkan laporan pelaksanaan tugas satgas di lapangan. Ia menjelaskan bahwa sejak Selasa, 2 Desember 2025, satgas telah melakukan berbagai langkah edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang serta pembeli yang beraktivitas di Pasar Wuring.

Menurut Buang da Cunha, pendekatan yang dilakukan sepenuhnya bersifat persuasif dan dialogis. Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada para pedagang terkait aturan yang berlaku, sekaligus membuka ruang komunikasi agar aspirasi mereka dapat didengar dan dicatat oleh pemerintah daerah.

Sebagian Pedagang Bersedia Pindah ke Pasar Alok

Dalam laporannya, Buang da Cunha menyampaikan bahwa dari hasil pendataan dan pendekatan yang dilakukan, sebagian besar pedagang menunjukkan sikap kooperatif. Tidak sedikit yang bersedia mengikuti kebijakan pemerintah dengan berpindah lokasi berjualan ke Pasar Alok.

“Sebanyak 55 pedagang menyatakan bersedia pindah ke Pasar Alok. Namun masih ada sekitar 10 pedagang yang memilih bertahan di Pasar Wuring dengan sejumlah alasan, di antaranya jarak dan pelayanan di Pasar Alok,” ujar Adeodatus Buang da Cunha di hadapan peserta rapat evaluasi.

Para pedagang yang belum bersedia pindah tersebut, lanjutnya, pada prinsipnya tidak menolak penataan. Mereka justru meminta agar Pemerintah Kabupaten Sikka terlebih dahulu melakukan pembenahan di Pasar Alok agar lebih representatif, nyaman, dan mendukung aktivitas jual beli.

Aspirasi ini dicatat sebagai bahan pertimbangan penting dalam penyusunan langkah lanjutan penertiban Pasar Wuring, agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat.

Bupati Sikka: Tegas Menegakkan Aturan, Tetap Humanis

Menanggapi laporan Satgas, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sikka memiliki kewajiban untuk menegakkan aturan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus menjamin ketenteraman dan ketertiban masyarakat secara menyeluruh.

Namun demikian, Bupati menekankan bahwa penegakan aturan tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan mengedepankan edukasi, bukan represif.

“Saya instruksikan kepada Satgas Penertiban Aktivitas Pasar Wuring agar selalu mengedepankan pendekatan humanis. Pemerintah tidak sedang melawan masyarakat. Yang kita lakukan adalah menegakkan aturan demi kepentingan bersama,” tegas Juventus.

Ia secara khusus mengingatkan agar tidak terjadi kontak fisik dalam proses penertiban. Menurutnya, komunikasi yang baik dan sikap persuasif merupakan kunci agar masyarakat dapat memahami tujuan penataan pasar tanpa merasa ditekan atau diperlakukan tidak adil.

“Tidak boleh ada kontak fisik. Pemerintah berkewajiban menegakkan aturan sesuai hukum yang berlaku. Pasar Wuring harus ditertibkan, tetapi dengan cara yang bermartabat dan berkeadilan,” lanjut Bupati.

Atensi Pemerintah Terhadap Pembenahan Pasar Alok

Menjawab berbagai masukan dari para pedagang dan pembeli, Juventus Prima Yoris Kago juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan Pasar Alok sebagai lokasi relokasi utama.

Ia menyampaikan bahwa melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sikka, pemerintah akan terus memperbaiki berbagai aspek pendukung di Pasar Alok. Pembenahan tersebut mencakup penataan lapak pedagang, peningkatan penerangan, serta pengelolaan sampah yang dihasilkan dari aktivitas jual beli sehari-hari.

“Pembenahan Pasar Alok menjadi atensi besar pemerintah daerah. Ini kita lakukan agar penjual dan pembeli merasa nyaman, sehingga aktivitas ekonomi bisa berjalan dengan tertib dan sehat,” ungkap Juventus.

Menurut Bupati, penataan pasar bukan semata-mata soal penertiban, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh masyarakat.

Untuk diketahui, kegiatan evaluasi dan koordinasi tersebut merupakan langkah persiapan jelang pelaksanaan penertiban aktivitas Pasar Wuring yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025. Pemerintah Kabupaten Sikka berharap, melalui komunikasi yang intensif dan pendekatan humanis, proses penertiban dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik.

Rapat evaluasi ini turut dihadiri oleh Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka Adeodatus Buang da Cunha, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sikka Ferdinando Lepe, serta para anggota Satgas Penertiban Aktivitas Pasar Wuring.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur

DETIKREPORTASE.COM : Menata Ruang Publik, Mengedepankan Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250