BeritaSulawesi Utara

Aksi Demo Sopir Angkot Sulawesi Utara Tolak Izin Operasi Bus di Kota Manado

569
×

Aksi Demo Sopir Angkot Sulawesi Utara Tolak Izin Operasi Bus di Kota Manado

Sebarkan artikel ini

Sopir Angkot Suarakan Penolakan di Zero Point Manado

MANADO | DETIKREPORTASE.COM – Sejumlah aliansi sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek di Sulawesi Utara menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 1 Desember 2025. Aksi ini dipusatkan di Bundaran Tugu Zero Point, Kota Manado, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Kota Manado yang dinilai telah memberikan izin operasional bus untuk melintas dan beroperasi di wilayah pusat kota.

Para sopir angkot menyampaikan penolakan secara terbuka karena kebijakan tersebut dianggap mengancam keberlangsungan ekonomi para pengemudi angkot yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung transportasi masyarakat perkotaan.

Aksi berlangsung dengan penjagaan aparat kepolisian dan berjalan relatif tertib. Para peserta demo membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi secara bergantian, menuntut pemerintah daerah agar lebih berpihak kepada transportasi rakyat kecil.

Kebijakan Dinilai Pukul Pendapatan Sopir

Dalam orasinya, para sopir mengungkapkan kekecewaan dan keresahan mendalam atas keputusan Pemkot Manado yang membuka ruang operasional bus di dalam kota. Mereka menilai, kehadiran bus akan mempersempit ruang gerak angkot dan secara langsung menggerus pendapatan harian sopir.

Menurut para pendemo, selama ini sopir angkot sudah berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Pendapatan yang tidak menentu, biaya operasional yang terus meningkat, serta persaingan dengan moda transportasi lain membuat posisi angkot semakin terdesak.

“Kami ini sudah susah. Pendapatan sehari tidak menentu, kadang dapat, kadang pulang kosong. Sekarang ditambah lagi dengan bus yang masuk ke dalam kota, lalu kami mau hidup dari mana?” ujar salah satu perwakilan sopir dalam orasinya.

Mereka menilai kebijakan tersebut diambil tanpa dialog yang cukup dengan para sopir angkot sebagai pihak yang paling terdampak.

Angkot Tertekan oleh Transportasi Online

Selain menolak izin operasi bus, para sopir juga menyinggung maraknya transportasi berbasis aplikasi atau ojek online yang semakin menekan pendapatan angkot di Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado.

Menurut mereka, keberadaan ojek online yang beroperasi secara masif telah mengubah pola transportasi masyarakat. Penumpang yang dahulu mengandalkan angkot kini lebih memilih moda transportasi lain yang dinilai lebih praktis.

“Transportasi online saja sudah cukup membuat kami sulit bertahan. Sekarang pemerintah malah mengizinkan bus masuk ke jalur angkot. Ini jelas menambah beban hidup kami,” teriak seorang sopir saat aksi berlangsung.

Para sopir berharap pemerintah daerah dapat melihat kondisi riil di lapangan sebelum menetapkan kebijakan transportasi perkotaan.

Pesan Langsung untuk Wali Kota Manado

Dalam aksi tersebut, para sopir angkot secara khusus menyampaikan pesan kepada Wali Kota Manado, Andrei Angouw. Mereka meminta agar Wali Kota turun tangan langsung dan mendengarkan aspirasi sopir angkot yang merasa diabaikan dalam pengambilan kebijakan.

“Kami meminta kepada Pemerintah Kota Manado, khususnya Bapak Wali Kota Andrei Angouw, agar bisa melihat jeritan para sopir angkot. Kami hanya mencari nafkah untuk keluarga,” ungkap salah satu perwakilan pendemo.

Para sopir menekankan bahwa angkot bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga sumber penghidupan ribuan kepala keluarga di Kota Manado dan wilayah sekitarnya.

Harapan Peninjauan Ulang Kebijakan

Melalui aksi ini, para sopir angkot berharap Pemkot Manado dapat meninjau ulang izin operasional bus di dalam kota. Mereka meminta adanya kebijakan yang adil dan berimbang antara pengembangan transportasi modern dengan perlindungan terhadap transportasi rakyat kecil.

Menurut mereka, jika pemerintah ingin melakukan penataan transportasi kota, seharusnya dilakukan melalui dialog bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk sopir angkot, organisasi trayek, dan masyarakat pengguna jasa.

“Kami tidak menolak kemajuan, tapi jangan matikan kami pelan-pelan. Ajak kami bicara, carikan solusi bersama,” ujar salah satu sopir.

Penataan Transportasi Harus Berkeadilan

Para sopir menilai, kebijakan transportasi yang baik adalah kebijakan yang memperhitungkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat kecil. Penataan transportasi kota, menurut mereka, tidak boleh semata-mata berorientasi pada modernisasi, tetapi juga harus menjamin keberlangsungan hidup pelaku transportasi tradisional.

Aksi demo tersebut menjadi gambaran nyata kegelisahan sopir angkot di tengah perubahan sistem transportasi perkotaan. Mereka berharap suara yang disampaikan melalui aksi damai ini dapat menjadi pertimbangan serius bagi Pemkot Manado.

Hingga aksi selesai, para sopir masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Kota Manado terkait tuntutan yang disampaikan. Mereka menegaskan akan terus mengawal kebijakan tersebut demi mempertahankan mata pencaharian mereka.

✍️ Michael | detikreportase.com | Manado – Sulawesi Utara
DETIKREPORTASE.COM : Suara Rakyat Kecil, Transportasi Berkeadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250