BeritaNusa Tenggara Timur

Perayaan HUT PGRI ke-80: Wakil Bupati Sikka Tegaskan Guru Adalah Agen Pembelajaran dan Peradaban

526
×

Perayaan HUT PGRI ke-80: Wakil Bupati Sikka Tegaskan Guru Adalah Agen Pembelajaran dan Peradaban

Sebarkan artikel ini

Upacara Peringatan di Mako Brimob Sikka

SIKKA | DETIKREPORTASE.COM – Suasana khidmat menyelimuti halaman Markas Komando Brimob Batalyon B Pelopor Maumere di Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Selasa (25/11/2025). Ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Sikka menghadiri apel peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 tingkat Kabupaten Sikka.Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, yang hadir sekaligus membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Muti. Tahun ini, peringatan HUT PGRI mengusung tema “Guru Hebat Indonesia Kuat”, sebuah seruan moral tentang pentingnya peran guru sebagai penopang kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam amanatnya, Menteri Pendidikan melalui Wakil Bupati Sikka menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada guru. Langkah-langkah konkrit telah ditempuh demi meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, terutama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kebijakan Pemerintah untuk Peningkatan Kompetensi Guru

Wakil Bupati Simon Subandi menyampaikan bahwa selama satu tahun pemerintahan berjalan, pemerintah telah melakukan terobosan besar di sektor pendidikan. Salah satu program yang disoroti adalah penyediaan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki ijazah D-IV atau S1 untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini telah menyasar sedikitnya 12.500 guru pada tahun 2025.Selain beasiswa pendidikan, pemerintah juga memberikan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan peningkatan kapasitas bagi Guru Bimbingan Konseling. Kebijakan tersebut diarahkan agar guru dapat terus mengembangkan profesionalisme mereka dan menjawab tantangan pembelajaran di era digital.

Dalam hal kesejahteraan, pemerintah telah menetapkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp2 juta per bulan untuk guru non-ASN, serta satu kali gaji pokok bagi guru ASN. Guru honorer pun mendapat perhatian dengan pemberian insentif sebesar Rp300 ribu per bulan.

“Pemerintah menyadari bahwa insentif dan tunjangan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan. Namun pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaikinya,” tegas Abdul Muti dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Simon.

Pada tahun 2026, Menteri Pendidikan memastikan bahwa kesempatan beasiswa akan diperluas menjadi 150.000 guru. Tunjangan guru honorer juga akan dinaikkan dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Selain itu, tugas administratif guru akan dikurangi dan kewajiban mengajar tidak lagi harus terpaku pada 24 jam tatap muka per minggu. Pemerintah juga menetapkan satu hari khusus dalam sepekan sebagai “hari belajar guru” untuk pengembangan diri.

Guru sebagai Agen Peradaban di Tengah Tantangan Zaman

Dalam sambutan berikutnya, Wakil Bupati Sikka menegaskan kembali pesan Menteri Pendidikan bahwa guru bukan hanya pengajar, melainkan agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Guru memiliki tugas profetik: mencerdaskan, membangun nalar kritis, menjernihkan hati, serta menanamkan akhlak mulia kepada peserta didik.Di tengah kompleksitas masalah sosial saat ini—mulai dari tantangan akademik, krisis moral, kasus judi online, problem spiritual, hingga kondisi ekonomi keluarga—kehadiran guru menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak bangsa. Guru tidak hanya hadir di kelas, tetapi juga menjadi figur inspiratif, teladan, motivator, dan sahabat bagi murid-muridnya.

“Kehadiran guru semakin diperlukan, baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Guru adalah pribadi yang menguatkan murid dalam suka dan duka,” tegas Abdul Muti.

Ia juga mengajak seluruh guru untuk terus memperkuat motivasi, meluruskan niat, serta meneguhkan jati diri sebagai pendidik profesional. Dalam waktu bersamaan, masyarakat juga diingatkan agar tidak hanya menilai guru dari angka-angka atau capaian administratif semata.

“Tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga,” tegasnya.

Nasehat Presiden dan Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

Di akhir sambutan, Menteri Pendidikan menitipkan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh siswa, sebuah nasihat sederhana namun sarat makna bagi generasi muda Indonesia. Lima pesan tersebut adalah:1. Belajarlah yang baik

2. Cintai ayah dan ibu

3. Hormati guru

4. Rukun dengan teman

5. Cintai tanah air dan bangsa

“Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu,” demikian pesan yang dibacakan Wakil Bupati Simon dengan penuh penekanan.

Peringatan HUT PGRI ke-80 di Sikka tidak hanya menjadi momentum formal, tetapi juga ruang refleksi kolektif bagi dunia pendidikan. Semua pihak—pemerintah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas—diajak memperkuat sinergi demi menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berpihak pada masa depan anak bangsa.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka Germanus Goleng, Kepala Dinas Kominfo Awales Syukur, Ketua PGRI Kabupaten Sikka, Komandan Kodim 1603 Sikka, Kapolsek Kewapante, Ketua DPRD Sikka, Camat Kewapante, pimpinan Mako Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor, Koordinator Pengawas, serta para pengawas SMA, SMK, dan SLB Kabupaten Sikka.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap peran strategis guru dalam membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Sikka dan Indonesia pada umumnya.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Guru Hebat, Indonesia Kuat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250