BeritaJawa Tengah

Duka Cibeunying: 30 Warga Tertimbun Longsor, Relawan Kerahkan Alat Berat dan Bantuan Kemanusiaan Terus Mengalir

537
×

Duka Cibeunying: 30 Warga Tertimbun Longsor, Relawan Kerahkan Alat Berat dan Bantuan Kemanusiaan Terus Mengalir

Sebarkan artikel ini

Longsor Malam Hari Guncang Majenang

CILACAP | DETIKREPORTASE.COM – Kepedihan menyelimuti warga Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, setelah bencana tanah longsor menghantam pemukiman penduduk pada Rabu malam, 13 November 2025. Dalam kejadian tragis itu, **sedikitnya 17 rumah rata dengan tanah**, dan **30 warga dilaporkan tertimbun** material longsor.Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan pencarian terhadap korban. Hingga Kamis pagi (14/11/2025), lima orang berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Majenang untuk mendapatkan perawatan. Namun, duka mendalam tak terhindarkan setelah satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara itu, 24 warga lainnya masih dinyatakan hilang, diduga kuat tertimbun longsoran tanah dan pepohonan. Situasi ini membuat suasana Desa Cibeunying dipenuhi tangis keluarga yang berharap keajaiban masih datang untuk orang-orang yang mereka cintai.

Medan Sulit, Evakuasi Terkendala Waktu dan Cuaca

Upaya pencarian berjalan penuh tantangan. Medan curam, material longsor yang sangat tebal, serta kondisi tanah yang masih labil membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dari berbagai organisasi terus bekerja tanpa kenal lelah.Untuk mempercepat proses pencarian, dua unit alat berat diterjunkan ke lokasi, namun pergerakan alat pun tidak mudah karena akses jalan yang sempit dan rawan susulan longsor. Meski demikian, semangat para relawan tidak surut.

Seorang relawan BPBD mengatakan bahwa kondisi di lapangan masih sangat berbahaya.
“Tanah masih bergerak. Kami harus menghentikan pencarian beberapa kali karena terdengar suara runtuhan dari arah tebing,” ujarnya di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan dan seluruh tim berharap dapat menemukan korban secepat mungkin, apapun kondisi yang akan ditemukan.

Aksi Kemanusiaan Muncul dari Berbagai Pihak

Di tengah suasana duka, aksi kemanusiaan mulai mengalir dari warga dan para dermawan yang peduli terhadap para penyintas. Salah satu yang hadir langsung di lokasi adalah **Sartono**, seorang pengusaha asal Cilacap yang dikenal masyarakat dengan sapaan **Om Pilak**.Om Pilak datang ke posko tanggap darurat pada Kamis siang dengan membawa bantuan berupa mi instan, biskuit, dan kebutuhan pokok lainnya untuk para warga yang mengungsi. Kehadirannya disambut hangat oleh para relawan dan korban bencana yang kini kehilangan tempat tinggal.

“Ini bentuk kepedulian kami. Semoga bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya singkat saat menyerahkan bantuan.

Dikenal sebagai pengusaha sukses yang rendah hati di daerah Kalidonan, Cilacap Tengah, Om Pilak memang sering menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan lansia. Karakter dermawan itu mendorongnya terjun langsung membantu para korban tanpa menunggu waktu lama.

Aksi peduli ini membuat masyarakat semakin merasa tidak sendirian menghadapi musibah besar yang menimpa wilayah mereka.

Harapan dan Doa Mengiringi Upaya Pencarian

Di lokasi pengungsian sementara, tangis para keluarga korban terdengar di beberapa sudut. Banyak dari mereka masih menunggu kabar pasti tentang anggota keluarga yang belum ditemukan. Deretan tenda darurat, dapur umum, serta relawan kesehatan terus bekerja memberikan layanan bagi para penyintas.Bupati Cilacap bersama jajaran Forkopimda dijadwalkan meninjau langsung lokasi bencana untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan logistik dan dukungan bagi keluarga para korban yang terdampak secara langsung.

Harapan masih bersandar pada kerja keras tim SAR dan relawan yang terus menggali reruntuhan. Namun di saat yang sama, masyarakat mulai mempersiapkan diri menerima kenyataan pahit apabila korban yang tertimbun tidak lagi dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Bencana longsor di Cibeunying ini menjadi pengingat kuat tentang kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem serta pentingnya upaya mitigasi di daerah rawan. Bagi masyarakat setempat, musibah ini bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga kehilangan orang-orang tercinta.

Di tengah luka itu, semangat gotong royong dan kepedulian warga sipil seperti Om Pilak menjadi cahaya yang menghangatkan, menegaskan bahwa kemanusiaan selalu hadir meski dalam kondisi paling gelap sekalipun.

✍️ Tim | detikreportase.com | Cilacap – Jawa Tengah
DETIKREPORTASE.COM : Tanggap Darurat, Cepat Mengabdi untuk Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250