EkonomiJakarta

Dede Farhan Aulawi: Tokenisasi Aset Akan Ubah Peta Keuangan Dunia

370
×

Dede Farhan Aulawi: Tokenisasi Aset Akan Ubah Peta Keuangan Dunia

Sebarkan artikel ini

Blockchain dan Era Kepemilikan Baru

JAKARTA | DETIKREPORTASE.COM – Dunia keuangan global tengah memasuki babak baru. **Tokenisasi Aset** menjadi salah satu inovasi yang diyakini bakal mengubah cara manusia memiliki, memperdagangkan, dan mengelola aset di masa depan. Pemerhati Digital Asset, **Dede Farhan Aulawi**, menegaskan bahwa tokenisasi bukan sekadar tren teknologi, melainkan revolusi dalam sistem keuangan. “Tokenisasi aset pada dasarnya menggambarkan perubahan besar yang dibawa oleh teknologi blockchain dan tokenisasi dalam memahami, memperdagangkan, dan memiliki aset,” ujar Dede dalam sebuah diskusi ringan di Jakarta, Kamis (21/8).

Tokenisasi sendiri merupakan proses mengubah hak kepemilikan aset nyata atau digital menjadi token digital yang disimpan di atas blockchain. Aset yang bisa ditokenisasi mencakup properti, saham dan obligasi, karya seni, emas, hingga hak cipta.

Akses Lebih Luas, Likuiditas Lebih Tinggi

Dede menjelaskan, keunggulan tokenisasi adalah **kepemilikan fraksional** yang memungkinkan masyarakat memiliki bagian kecil dari sebuah aset besar.
“Misalnya, seseorang bisa memiliki 0,01% dari sebuah gedung apartemen. Ini membuka peluang investasi ke publik yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh investor besar,” terangnya. Selain itu, tokenisasi membuat aset lebih likuid. Properti yang sebelumnya sulit dijual bisa diperdagangkan di platform sekunder 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Transaksi juga lebih cepat, murah, dan transparan karena tidak banyak melibatkan perantara seperti notaris atau broker.

Prospek Triliunan Dolar di 2030

Mengutip analisis McKinsey, Dede menyebut kapitalisasi pasar aset yang ditokenisasi bisa mencapai **US$2 triliun pada 2030** untuk skenario moderat, dan hingga **US$4 triliun** dalam skenario optimistis. Bahkan, Security Token Market yang dikutip CoinDesk memperkirakan angka lebih ambisius: bisa mencapai **US$30 triliun** pada 2030. “Disamping itu, muncul instrumen baru seperti token sekuritas, NFT keuangan, dan DeFi berbasis aset nyata. Semua ini menandai lahirnya inovasi produk keuangan yang akan memengaruhi ekosistem global,” tambahnya.

Tantangan bagi Bank, Regulator, dan Investor

Namun, Dede juga mengingatkan bahwa perubahan besar ini membawa konsekuensi. Bank dan lembaga keuangan harus beradaptasi dengan model baru, regulator perlu menyiapkan kerangka hukum yang jelas, sementara investor ritel dihadapkan pada peluang sekaligus risiko baru. “Siap tidak siap, mau tidak mau akhirnya kita akan tiba di dunia baru lebih cepat dari prognosa sebelumnya. Siapapun yang bisa beradaptasi akan menikmati alunan dan irama zaman. Sebaliknya, jika tidak bisa beradaptasi, mereka akan menjadi bagian dari entitas ketertinggalan dan digilas oleh laju peradaban,” pungkas Dede dengan penuh semangat.

✍️ Tim Redaksi | detikreportase.com | Jakarta

DETIKREPORTASE.COM : Menyuarakan Fakta, Menangkap Perubahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250