Semangat Anak Berkebutuhan Khusus di Perkemahan Pramuka
**SIKKA | DETIKREPORTASE.COM** – Suasana **Halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Luhur Maumere** Rabu (13/8/2025) terlihat berbeda dari hari biasanya. Sekitar **80 peserta didik** bersama **28 kakak pembina** tengah sibuk membangun tenda perkemahan, persiapan untuk **Camping Pramuka** yang digelar selama dua hari. Meskipun angin cukup kencang dan terik matahari menyengat, semangat para peserta didik tidak surut. Mereka saling membantu dalam memasang tenda, mengatur perlengkapan, dan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk menjalankan berbagai kegiatan. Keceriaan terlihat di wajah peserta, membuktikan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang jarang mereka lakukan di luar kelas ini.
Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Karakter
**Suster Corrie, ALMA**, Kepala SLB Bhakti Luhur Maumere, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ekstrakurikuler yang rutin disediakan oleh sekolah.
> “Peserta didik berkebutuhan khusus perlu pembinaan dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk membangun **kepercayaan diri, karakter, kerja sama, dan kemandirian**. Mereka harus mampu berada di lingkungan sekolah selama satu atau dua malam, sehingga belajar mandiri,” tegas Suster Corrie. Camping Pramuka tahun 2025 dijadwalkan berlangsung dua hari mengingat padatnya kegiatan lomba menyongsong HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suster Corrie menambahkan, antusiasme peserta terlihat jelas dari semangat mereka saat membangun tenda dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan panitia.
Beragam Aktivitas Seru dan Edukatif
**Elisabeth Yarni, S.Pd**, Ketua Panitia Camping, menuturkan bahwa kegiatan dirancang untuk **meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, dan kepemimpinan** peserta didik.
> “Selama dua hari, peserta mengikuti beragam kegiatan menarik dalam regu, seperti game, gerak jalan di dalam kompleks sekolah, hingga aktivitas malam seperti renungan, api unggun, dan atraksi seni,” ujar Yarni. Malam hari, kegiatan akan ditutup dengan peringatan Hari Pramuka dan upacara khusus. Semua aktivitas ini dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan membiasakan peserta didik berkegiatan secara teratur dan terstruktur, dengan pendampingan dari kakak pembina.
Pendampingan Khusus untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Yarni menekankan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan **pendampingan ekstra**, terutama dalam kegiatan yang memerlukan keterampilan fisik, seperti pemasangan tenda.
> “Untuk urusan makan dan minum, anak-anak bisa melakukannya sendiri, tetapi tetap membutuhkan bimbingan kakak pembina agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” jelasnya. Menurut Suster Corrie, tujuan utama camping ini adalah membentuk karakter anak-anak, meningkatkan kepercayaan diri, melatih kepemimpinan, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemandirian. Pendekatan ini sangat penting agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Kegiatan Camping Pramuka ini menjadi salah satu momentum penting bagi SLB Bhakti Luhur Maumere untuk memperlihatkan bahwa anak berkebutuhan khusus mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan edukatif. Antusiasme peserta, dukungan pendamping, dan keterlibatan orang tua menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran inklusif bisa berjalan dengan menyenangkan dan efektif.
✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Anak Berkebutuhan Khusus, Percaya Diri, Berkarya





