BeritaNusa Tenggara Timur

Wakil Bupati Sikka Melepas Sanggar Moresca Tampil di Festival Gamelan Etnik Internasional

368
×

Wakil Bupati Sikka Melepas Sanggar Moresca Tampil di Festival Gamelan Etnik Internasional

Sebarkan artikel ini

Semangat Budaya Sikka Mengudara ke Panggung Internasional

**SIKKA | DETIKREPORTASE.COM** – Wakil Bupati Sikka, **Simon Subandi Supriadi**, menerima pengurus dan anggota **Sanggar Moresca** di ruang kerjanya, Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Rabu (13/8/2025). Pertemuan ini menjadi momen istimewa sebelum sanggar budaya yang diasuh oleh **seniwati Caecilia Cahyani Dua Lesu, S.Sn**, atau yang akrab disapa **Yani Newar**, berangkat menampilkan kebudayaan Sikka dalam **Festival Gamelan Etnik Internasional** di Solo, Jawa Tengah, pada 22-23 Agustus 2025. Sanggar Moresca, akronim dari bahasa daerah Sikka “Moret Naha Soka Nora Cantar,” mengandung makna bahwa hidup harus diiringi dengan tari, musik, dan nyanyian. Filosofi ini tercermin dalam setiap latihan dan penampilan mereka, menjadikan sanggar bukan sekadar tempat berkesenian, tetapi juga media untuk menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.

Apresiasi dan Dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Simon Subandi memberikan **apresiasi tinggi** dan semangat kepada seluruh anggota sanggar.
> “Saya berharap adik-adik sekalian menjaga **nama baik Kabupaten Sikka**. Harumkan dan berikan yang terbaik. Pemerintah dan masyarakat mendukung serta mendoakan kesuksesan teman-teman,” ujar Subandi dengan penuh keyakinan. Pertemuan ini juga menjadi ajang penguatan motivasi bagi para anggota sanggar untuk menampilkan karya terbaiknya. Suasana hangat terlihat ketika anggota Moresca menyampaikan kesiapan mereka, saling memberikan semangat, dan mengungkapkan kebanggaannya dapat mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur di ajang internasional.

Konsistensi Sanggar Moresca dalam Ajang Internasional

**Even Edomeko**, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, menegaskan bahwa keikutsertaan Sanggar Moresca pada Festival Gamelan Etnik Internasional kali ini adalah yang ketiga setelah sukses tampil pada **2010** dan **2018**.
> “Sanggar Moresca telah mengikuti ajang ini sebanyak tiga kali, yakni pada 2010, 2018, dan tahun ini, 2025. Ini tentu buah kerja keras dari Moresca yang konsisten. Perjuangan tidak mudah, namun di tangan Ibu Yani Newar, Moresca tetap konsisten di jalurnya,” ucap Edomeko. Ia menambahkan bahwa partisipasi sanggar di ajang bergengsi ini membawa budaya Sikka ke panggung dunia, sekaligus memperkenalkan kekayaan musik dan tarian lokal kepada masyarakat internasional. Setiap karya yang ditampilkan menjadi representasi dari kekayaan budaya NTT, yang sarat nilai historis dan filosofi lokal.

Penampilan Perdana dan Harapan ke Depan

Sanggar Moresca dijadwalkan tampil pada hari pertama festival, **22 Agustus 2025**, dengan karya musik berjudul **Orong Keang**. Penampilan ini menjadi bukti komitmen sanggar dalam menjaga kualitas seni dan tradisi budaya Sikka. Pemilihan kelompok seni untuk tampil dalam ajang ini dilakukan melalui penilaian Dewan Kurator, yang menunjuk Sanggar Moresca sebagai wakil dari Provinsi NTT. Proses seleksi yang ketat menegaskan bahwa penampilan mereka bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga simbol kebanggaan daerah.

Yani Newar, pembina sanggar, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyatakan bahwa setiap anggota berlatih dengan disiplin tinggi, saling mendukung, dan menanamkan rasa tanggung jawab untuk mengharumkan nama Sikka.

> “Ini adalah kesempatan emas bagi anggota Moresca untuk menunjukkan bahwa budaya Sikka memiliki kualitas yang bisa bersaing di panggung internasional. Semoga penampilan kami menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai seni dan budaya daerah,” ujar Yani.

Keberangkatan Sanggar Moresca ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pelestarian seni tradisional Sikka. Tidak hanya menumbuhkan kebanggaan lokal, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya Indonesia agar terus hidup dan berkembang.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Budaya Sikka, Inspirasi Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250