Gotong Royong Sambut HUT RI ke-80
SOPPENG | DETIKREPORTASE.COM – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, semangat gotong royong kembali menggema di Dusun Kampiri, Desa Kampiri, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng. Senin (11/8/2025) pagi, anggota **TNI Kodim 1423/Soppeng Posramil Citta** bersinergi dengan **anak-anak Paskibraka Kecamatan Citta** dan pemerintah desa setempat menggelar aksi pembersihan saluran air. Kegiatan yang dimulai sejak pagi itu dipimpin langsung oleh Peltu Juanda, personel Posramil Citta, bersama Kepala Desa Kampiri, Marhudi. Mereka bahu membahu membersihkan saluran air yang selama ini kerap tersumbat akibat penumpukan sampah dan endapan lumpur.
Peltu Juanda menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga wujud komitmen menjaga kesehatan lingkungan.
> “Pembersihan saluran air ini adalah rutinitas kami bersama masyarakat. Tujuannya menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD, apalagi saat musim hujan. Lingkungan yang bersih berarti masyarakat lebih sehat,” ujarnya.
Sinergi TNI, Pemerintah Desa, dan Generasi Muda
Pemandangan yang unik terlihat di lokasi: para prajurit TNI, perangkat desa, dan para calon pengibar bendera HUT RI ke-80 bekerja sama tanpa sekat. Anak-anak Paskibraka, yang biasanya berlatih baris-berbaris di lapangan, kali ini tak segan memegang cangkul dan serok untuk mengangkat lumpur dari saluran air. Bagi Kepala Desa Kampiri, Marhudi, keterlibatan Paskibraka dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak perubahan.
> “Gotong royong ini rutin kami lakukan, tetapi menjelang HUT RI ke-80 terasa lebih spesial. Kami ingin lingkungan terlihat bersih dan rapi saat perayaan nanti. Kehadiran anak-anak Paskibraka memberi semangat baru, karena mereka bukan hanya simbol kedisiplinan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan,” ucap Marhudi.
Keterlibatan lintas generasi ini menciptakan suasana penuh kebersamaan. Tua-muda saling berbagi tugas, mulai dari mengangkat endapan lumpur, mengangkut sampah, hingga memastikan air mengalir lancar di parit-parit desa.
Mencegah Banjir dan Penyakit Musiman
Kegiatan pembersihan saluran air memiliki dampak strategis bagi masyarakat Desa Kampiri. Saluran air yang tersumbat dapat memicu banjir lokal ketika hujan lebat mengguyur, sekaligus menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa penyakit. Peltu Juanda menjelaskan bahwa pencegahan jauh lebih efektif daripada penanggulangan.
> “Kami tidak ingin menunggu masalah datang. Kalau saluran air bersih, air hujan bisa mengalir lancar, banjir bisa dihindari, dan penyakit seperti DBD dapat dicegah. Inilah cara sederhana tetapi efektif untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.
Masyarakat yang ikut dalam gotong royong pun merasakan manfaatnya secara langsung. Suriati, salah seorang warga, mengaku senang karena kegiatan ini membuat lingkungannya lebih nyaman.
> “Kalau parit bersih, nyamuk berkurang, rumah juga lebih nyaman. Terima kasih untuk TNI, pemerintah desa, dan anak-anak Paskibraka yang mau turun langsung membantu,” katanya.
Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Lewat Aksi Nyata
Meski tampak sederhana, aksi pembersihan saluran air ini memiliki makna mendalam. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air. Bagi anak-anak Paskibraka, keterlibatan mereka di tengah masyarakat menjadi bagian dari pengabdian pada momen penting kemerdekaan. Tak hanya mempersiapkan fisik dan mental untuk upacara bendera, mereka juga belajar arti kepedulian sosial.
Kepala Desa Marhudi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan, bahkan di luar momentum HUT RI. “Gotong royong harus menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya saat peringatan tertentu. Kalau semua pihak terlibat, desa kita akan selalu bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya menutup kegiatan.
Pukul 09.30 WITA, karya bakti pun selesai. Semua peserta kembali ke aktivitas masing-masing dengan rasa puas, melihat saluran air kembali bersih dan mengalir lancar. Aksi ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara dan bendera, tetapi juga dengan kerja nyata untuk kebaikan bersama.
✍️ Andi Rosha | detikreportase.com | Soppeng – Sulawesi Selatan
DETIKREPORTASE.COM : Gotong Royong, Bersih Lingkungan, Sehat Masyarakat





