WAJO | DETIKREPORTASE.COM
Dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wajo melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di pagi hari pada sejumlah titik strategis di wilayah Kota Sengkang, Kamis, 3 Juli 2025, mulai pukul 07.00 WITA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan prima Polri, khususnya dalam mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi pada jam sibuk. Saat warga memulai aktivitas harian seperti berangkat kerja, sekolah, maupun kegiatan ekonomi, keberadaan personel Satlantas sangat penting dalam menciptakan rasa aman dan tertib di jalan raya.
Fokus di Titik-Titik Rawan dan Padat Aktivitas
Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polres Wajo menempatkan personel di beberapa titik rawan kemacetan dan lokasi strategis yang menjadi pusat mobilitas warga di Kota Sengkang. Adapun titik-titik tersebut meliputi:
1. Perempatan SD 2
2. Perempatan Jalan Masjid Raya – Jalan Amanagappa
3. Tugu BNI
4. Tugu Merkuri
5. Traffic Light (TL) Kejaksaan
6. Traffic Light (TL) Veteran
7. Tugu Pengadilan Lama
8. Perempatan Jalan Irian – Jalan Pahlawan
9. Gerbang SMA Negeri 7 Wajo
Penempatan personel di lokasi-lokasi ini bukan tanpa alasan. Titik-titik tersebut merupakan kawasan dengan volume lalu lintas tinggi dan seringkali terjadi penumpukan kendaraan, terutama pada jam-jam masuk sekolah dan kantor.
Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Riyanda Putra, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengamanan dan pengaturan lalu lintas di pagi hari merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari kerja. Hal ini bertujuan menciptakan situasi lalu lintas yang aman, lancar, dan tertib, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Respons Cepat dan Kehadiran Aktif Personel di Lapangan
Menurut AKP Riyanda, keterlibatan personel Satlantas dalam mengatur lalu lintas bukan hanya soal membagi arus kendaraan, melainkan juga memastikan keselamatan para pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan membantu masyarakat agar bisa berkegiatan dengan tenang sejak pagi hari. Dengan adanya pengaturan lalu lintas ini, kami berharap dapat menekan angka kecelakaan, mencegah kemacetan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya interaksi langsung antara polisi dan masyarakat dalam konteks pelayanan lalu lintas. Dengan hadir di lapangan, anggota Satlantas dapat sekaligus memberikan edukasi tertib berlalu lintas, menegur secara persuasif pelanggar ringan, serta membantu warga yang mengalami kendala kendaraan.
“Hadirnya anggota di simpang jalan bukan hanya untuk berdiri memegang peluit, tetapi juga untuk memastikan keselamatan warga dan menjadi solusi dari persoalan lalu lintas yang muncul secara spontan,” ujarnya.
Dukungan Masyarakat dan Efektivitas Pelayanan
Kegiatan pengaturan lalu lintas ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Sengkang. Banyak orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran polisi lalu lintas di simpang-simpang jalan utama.
“Setiap pagi saya antar anak ke sekolah dan hampir selalu melihat petugas berjaga. Rasanya lebih aman dan tidak panik saat menyebrang atau belok kendaraan,” kata Rahmawati (36), seorang warga Kelurahan Salomenraleng.
Respons serupa juga disampaikan oleh sopir angkot dan pengendara ojek online. Mereka merasa terbantu karena arus kendaraan menjadi lebih teratur, sehingga waktu tempuh lebih efisien.
Kegiatan ini tidak hanya membantu pengguna jalan, tetapi juga memperkuat citra positif Polri di tengah masyarakat. Polri yang hadir dalam bentuk pelayanan nyata di lapangan mampu membangun kepercayaan publik dan memperkuat kemitraan antara institusi penegak hukum dengan masyarakat sipil.
Komitmen Berkelanjutan untuk Keamanan dan Ketertiban Lalu Lintas
AKP Riyanda menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan di bidang lalu lintas. Evaluasi rutin dilakukan terhadap titik-titik pengamanan, jumlah personel, serta metode pendekatan yang digunakan.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya rutinitas formalitas. Ini bagian dari pengabdian kami untuk menciptakan ruang kota yang tertib dan nyaman. Kami juga terbuka menerima masukan dari masyarakat agar pelayanan yang kami berikan semakin tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, memakai helm dan sabuk pengaman, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara. “Keselamatan adalah hal utama. Kita harus menjadikannya budaya bersama,” tutup AKP Riyanda.
Dengan konsistensi seperti ini, Satlantas Polres Wajo berharap dapat menekan angka kecelakaan, menciptakan lingkungan jalan yang humanis, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui transportasi yang aman dan tertib.
✍️ Andi Rosha | Detikreportase.com | Wajo – Sulawesi Selatan
DETIKREPORTASE.COM – Mengabarkan Kebaikan, Menyalakan Kesadaran Sosial.





