TANGERANG | DETIKREPORTASE.COM
Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digalakkan di tingkat lokal. Di Kabupaten Tangerang, Polsek Kronjo Polresta Tangerang Polda Banten bersama jajaran TNI dan Pemerintah Kecamatan Mekar Baru memanfaatkan lahan kosong seluas 2 hektar di Desa Jenggot sebagai lahan pertanian produktif. Tanaman jagung dipilih sebagai komoditas utama dalam program ini.
Kegiatan berlangsung Sabtu (21/6/2025) di Kampung Pegadingan RT 009/004 dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kronjo AKP I Nyoman Nariana. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Sinergi Tiga Pilar untuk Kemandirian Pangan Desa
Pematangan lahan dilakukan dalam semangat kebersamaan antara unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas Ipda Agus Lili S., Bhabinkamtibmas Aipda Fitra Trisna Wibowo, Babinsa Serma Lukman, Sekcam Mekar Baru Udin, S.Ag., Kasie Binwas Kecamatan Sukanta, serta penyuluh pertanian dan tokoh kelompok tani desa.
Sinergi ini menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor dalam membangun kemandirian desa di bidang pangan.
Kapolsek: “Lahan Kosong Bisa Jadi Sumber Kehidupan”
Dalam sambutannya, AKP I Nyoman Nariana mengajak warga agar tidak membiarkan lahan tidur terbengkalai. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pekarangan dan lahan kosong sebagai sumber pangan keluarga. Ini bagian dari pengabdian nyata kita kepada bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, inisiatif seperti ini tidak hanya membangun ketahanan pangan tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Jagung Jadi Tanaman Percontohan Ramah Lingkungan
Penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kronjo, Arif, menyampaikan bahwa lahan ini akan dijadikan lokasi percontohan penanaman jagung dengan metode efisien dan ramah lingkungan. Ia berharap metode ini bisa direplikasi oleh warga di pekarangan masing-masing.
“Kami ingin memberi contoh langsung bahwa bertani bisa dilakukan secara sederhana namun tetap produktif,” ujarnya.
Dukungan Pemilik Lahan Jadi Fondasi Program
Pemilik lahan, H. Ahmad, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia merasa bangga bisa ikut serta dalam upaya membangun ketahanan pangan desa dan berharap lahan miliknya bisa memberikan manfaat luas bagi warga.
“Kalau lahan bisa dimanfaatkan untuk hal baik seperti ini, kenapa tidak? Semoga bisa menjadi awal perubahan positif di desa kita,” ujarnya.
Keterlibatan Warga Kunci Keberhasilan
Program ini juga dirancang agar warga terlibat secara aktif, tidak sekadar menjadi penonton. Beberapa kelompok tani setempat telah menyatakan kesediaannya untuk ikut membantu dalam proses penanaman, perawatan, hingga panen jagung.
Partisipasi ini menjadi indikator penting bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari atas, tapi juga dari bawah, oleh dan untuk rakyat.
Langkah Polri Mendekatkan Diri dengan Masyarakat
Kegiatan ini menjadi bagian dari peran aktif Polri melalui Bhabinkamtibmas yang terus mendorong pendekatan humanis dan solutif di tengah masyarakat. Kapolsek menyebut, keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah dua sisi yang saling terkait.
“Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga mitra dalam pembangunan desa,” katanya.
Diharapkan Jadi Model Pemberdayaan Desa di Wilayah Lain
Dengan keberhasilan awal program ini, jajaran tiga pilar berharap bisa mereplikasi pendekatan serupa di desa-desa lain di Kabupaten Tangerang. Fokusnya tetap pada pemanfaatan lahan tidur yang tersebar di berbagai lokasi.
“Kalau bisa tumbuh gerakan serupa di tiap desa, kita tidak hanya bicara ketahanan pangan, tapi juga kemandirian ekonomi warga,” kata Serma Lukman, Babinsa yang ikut aktif dalam kegiatan.
Bersama Wujudkan Desa Produktif, Tangguh, dan Sejahtera
Pemberdayaan lahan kosong yang dilakukan oleh Polsek Kronjo ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antar institusi bisa menciptakan perubahan positif. Bukan hanya jagung yang ditanam, tetapi harapan baru tentang desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
✍️ Rusli | DetikReportase.com | Tangerang – Banten





