MANADO |DETIKREPORTASE.COM–
Sebuah ironi mencolok tengah tersaji di jantung Kota Manado. Terminal Liwas yang sempat digadang-gadang sebagai pusat transportasi modern, kini terbengkalai dalam kesunyian, ditumbuhi rumput liar, dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan di berbagai sudut bangunan.
Proyek ini menelan dana publik sebesar Rp12,9 miliar, namun hingga kini belum pernah difungsikan sebagaimana mestinya. Dalam pantauan langsung DetikReportase pada Jumat (23/05/2025), tak ada aktivitas berarti di kawasan terminal yang seharusnya menjadi simpul ekonomi dan konektivitas transportasi Sulawesi Utara.
Jalan Sudah Diperbaiki, Tapi Terminal Masih Kosong
Warga sekitar yang ditemui menyebut bahwa salah satu kendala awal adalah akses jalan yang sempit dan rusak. Namun, setelah dilakukan perbaikan jalan oleh pemerintah daerah, terminal ini tetap tidak beroperasi dan hanya menjadi bangunan kosong tanpa kejelasan.
Rumput liar tumbuh subur di pelataran dan bangunan pos masuk. Sejumlah bagian atap dan dinding mulai rusak, menandakan tak adanya pemeliharaan sejak pembangunan rampung beberapa tahun lalu.
“Sayang sekali, bangunan sebesar ini dibiarkan rusak. Dulu katanya mau jadi terminal modern, tapi sekarang cuma jadi tempat kosong dan semak belukar,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Pertanyaan Publik: Untuk Apa Miliaran Rupiah Dihabiskan?
Kondisi ini menuai kritik dan tanda tanya besar dari masyarakat. Banyak yang menilai proyek ini sebagai bentuk pemborosan anggaran publik dan contoh nyata lemahnya perencanaan infrastruktur daerah.
“Kalau memang tidak bisa dipakai, kenapa dibangun? Ini uang rakyat,” ungkap seorang pengamat kebijakan publik lokal kepada DetikReportase.
Terminal Liwas berpotensi menjadi “monumen gagal” yang mencoreng wajah pembangunan daerah, jika tidak segera ada solusi pemanfaatan yang nyata dan bertanggung jawab dari pihak terkait.
BPTD Bungkam, Masyarakat Menunggu Kepastian
Hingga berita ini diterbitkan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Manado sebagai instansi pengelola belum memberikan keterangan resmi terkait status pengoperasian maupun pemeliharaan terminal.
Detikreportase telah mencoba menghubungi pihak BPTD, namun belum memperoleh respons atas sejumlah pertanyaan yang diajukan.
Di tengah krisis transportasi publik dan kebutuhan masyarakat akan fasilitas memadai, kondisi Terminal Liwas menjadi gambaran menyakitkan tentang gagalnya keberlanjutan sebuah proyek infrastruktur.
✍️ Michael Lintang | Detikreportase.com | Manado, Sulawesi Utara





