BeritaSulawesi Selatan

Tinggal di Bantaran Gunung, Bungaria dan Anaknya yang Alami Gangguan Jiwa Butuh Uluran Tangan

373
×

Tinggal di Bantaran Gunung, Bungaria dan Anaknya yang Alami Gangguan Jiwa Butuh Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini

JENEPONTO |DETİKREPORTASE.COM

– Di sudut sunyi lereng Gunung Saluka, Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, hidup seorang janda tua bersama anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan. Bungaria Dg Bollo dan putranya, Rifal, menjalani hari-hari mereka dalam gubuk sederhana yang jauh dari keramaian.

Sudah Dua Tahun Hidup di Gubuk, Bertahan dari Uluran Anak Lainnya

Sudah hampir dua tahun Bungaria menetap di gubuk kecil yang berdiri seadanya di bantaran gunung. Setiap kali bahan makanan menipis, ia berjalan turun gunung menuju rumah anaknya yang lain untuk meminta beras, uang, atau sekadar menginap barang satu dua malam. Setelah itu, ia kembali ke gubuk, meninggalkan Rifal seorang diri.

Rifal, yang dikabarkan mulai mengalami gangguan kejiwaan sejak pulang merantau tiga tahun lalu, belum mendapatkan perawatan medis yang layak hingga saat ini. Kondisinya yang tak stabil membuat Bungaria terus diliputi rasa cemas dan letih secara fisik maupun mental.

Kades Batujala: Kami Hanya Bisa Bantu dengan BLT dan Beras

Kepala Desa Batujala, Sukirman—yang akrab disapa Cuki—mengaku prihatin dengan kondisi Bungaria dan Rifal. Ia menyebut bahwa pemerintah desa selama ini hanya mampu memberi bantuan terbatas seperti BLT dan bantuan beras ketika ada stok dari pemerintah pusat.

“Saya pribadi sangat prihatin. Kami dari desa selalu berusaha membantu tiap tahun dengan BLT dan beras jika tersedia. Tapi kami juga terbatas,” kata Sukirman kepada DetikReportase.com.

Ia juga mengungkapkan bahwa Bungaria tidak masuk dalam daftar penerima bantuan sosial nasional seperti PKH atau BPNT, yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh keluarga ini.

Harapan untuk Pemerintah Daerah: Jangan Tutup Mata

Kondisi Bungaria dan Rifal menggambarkan sisi lain dari kehidupan di pelosok Jeneponto yang jarang tersorot. Kepala desa berharap pemerintah daerah bisa lebih tanggap terhadap warganya yang hidup dalam kesulitan ekstrem seperti ini.

“Kalau tidak dibantu sekarang, kapan lagi? Kasihan dia, apalagi anaknya juga tidak bisa apa-apa. Semoga pemerintah kabupaten buka mata dan segera turun tangan,” ujarnya.

Masyarakat sekitar dan pegiat sosial pun diharapkan bisa ikut ambil bagian dalam membantu keluarga ini, setidaknya agar mereka dapat hidup dalam kondisi yang lebih layak dan manusiawi.

✍️ Rusli | DetikReportase.com | Jeneponto, Sulawesi Selatan

DETİKREPORTASE.COM – Menyuarakan Suara Pinggiran, Menyalakan Harapan Anak Negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250