BeritaNusa Tenggara Timur

Karya dari Keterbatasan: Lomba Kriya Kayu dan Hantaran Semarakkan Harkitnas di SLB Bhakti Luhur Maumere!

401
×

Karya dari Keterbatasan: Lomba Kriya Kayu dan Hantaran Semarakkan Harkitnas di SLB Bhakti Luhur Maumere!

Sebarkan artikel ini

SIKKA |DETIKREPORTASE.COM–

Semangat kebangkitan bukan hanya milik mereka yang sempurna fisik, tetapi juga mereka yang setiap hari berjuang dalam diam. Inilah yang tergambar dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025 di SLB Bhakti Luhur Maumere, Selasa (20/5/2025).

Bertempat di halaman sekolah, para siswa dan guru tampak anggun mengenakan busana adat Nusantara. Di balik kesyahduan upacara, semangat nasionalisme membara di dada anak-anak luar biasa ini.

Usai upacara, suasana berubah menjadi riuh penuh kreativitas. Tiga lomba kompetensi siswa digelar untuk memeriahkan Harkitnas, yakni Kriya Kayu, Lomba Hantaran, dan Kreasi Barang Bekas.

Peserta berasal dari siswa SMPLB kelas VII-VIII dan SMALB kelas X-XI. Mereka dinilai langsung oleh dewan juri yang berkompeten: Pak Fransisco, Pak Syrilus, dan Ibu Emilly.

“Bukan Sekadar Lomba, Tapi Wadah Kebangkitan Talenta Disabilitas”

Kepala SLB Bhakti Luhur, Suster Corrie, ALMA, menegaskan bahwa lomba ini menjadi ruang ekspresi sekaligus panggung pembuktian bagi siswa disabilitas.

“Kami ingin memberi ruang bagi anak-anak untuk percaya diri dan berani unjuk kemampuan. Mereka punya talenta, dan lomba ini adalah jalan menuju kemandirian,” ujar Suster Corrie.

Menurutnya, kegiatan ini juga jadi persiapan menuju lomba tingkat Provinsi NTT. Dengan lomba, siswa dibiasakan untuk bersaing secara sehat dan berkelanjutan.

Dukung Guru, Siapkan Anak Didik untuk Panggung Lebih Tinggi

Pengawas SLB, Muryati, S.Pd., mengapresiasi kreativitas siswa dan peran para guru.

“Anak-anak ini luar biasa, tapi mereka butuh pendampingan penuh. Guru harus menjadi pelatih, motivator, sekaligus pelindung agar mereka siap bertanding ke tingkat provinsi bahkan nasional,” ungkapnya.

Para Juara dari Timur Indonesia

Lomba yang penuh semangat ini menghasilkan para juara inspiratif:

Lomba Hantaran: Juara 1 Maria Dewi Sartika Sambe (SMALB Kelas XI)

Kreasi Barang Bekas: Juara 1 Febriyanti Ofani Sawar (SMALB Kelas XI)

Kriya Kayu: Juara 1 Dominikus Farel (SMPLB Kelas VII)

Mereka bukan hanya juara di sekolah, tapi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan bangkit.

DetikReportase.com mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pendidikan anak-anak disabilitas. Karena dari tangan dan semangat mereka, kebangkitan sesungguhnya dimulai.

✍️ Yuven Fernandez | DetikReportase.com | Sikka – NTT

DETIKREPORTASE.COM – Suara Daerah, Nurani Bangsa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250