BeritaRIAU

Bupati Zukri Mintah Dukungan ke Menteri LHK Soal TPA Terendam: “Sampah Terbengkalai, Warga Tersiksa”

513
×

Bupati Zukri Mintah Dukungan ke Menteri LHK Soal TPA Terendam: “Sampah Terbengkalai, Warga Tersiksa”

Sebarkan artikel ini

PANGKALAN KURAS |DETIKREPORTASE.COM

– Tumpukan sampah bukan hanya soal bau dan pemandangan buruk, tetapi juga soal keberlanjutan dan hak hidup sehat warga. Hal inilah yang disuarakan langsung oleh Bupati Pelalawan H. Zukri SM saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau TPA Desa Kemang, Minggu (11/5).

Kunjungan ini jadi momen krusial. Menteri melihat langsung kondisi jalan menuju TPA yang rusak dan rutin terendam banjir setiap musim hujan.

“Kalau hujan, truk-truk sampah tak bisa masuk. Sampah pun menumpuk berminggu-minggu. Warga di hilir menanggung dampaknya,” kata Zukri dalam nada prihatin.

Dari Krisis ke Solusi: Menuju Pelalawan Bebas Sampah

Tak tinggal diam, Bupati Zukri mengaku telah menyiapkan konsep lingkungan berkelanjutan berbasis sosial (environmental social sustainability) yang akan melibatkan warga dalam pengelolaan sampah. Tujuannya jelas: kurangi beban TPA, perkuat daur ulang, dan wujudkan Pelalawan bebas sampah.

Namun, Bupati Zukri menegaskan, upaya ini butuh sokongan nyata dari pusat.

“Kami mohon dukungan penuh dari Kementerian LHK dan Komisi XII DPR RI. Tanpa itu, kami hanya bisa jalan di tempat,” ujarnya.

Peringatan Tegas dari Menteri LHK: “TPA Bukan Proyek Musiman”

Menteri Hanif Faisol tak hanya datang membawa janji, tapi juga pesan keras. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab langsung kepala daerah.

“Kalau sampai menimbulkan konflik sosial dan pencemaran, maka ada sanksi hukum dan administratif. Ini tidak bisa dianggap enteng,” tegas Menteri Hanif.

Lebih jauh, ia menyebutkan Indonesia butuh transformasi sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, bukan pendekatan darurat yang reaktif.

Dukungan Nyata: Tenaga Ahli dan Sistem Insentif

Sebagai bentuk komitmen, Kementerian LHK akan mengirim dua tenaga ahli untuk mendampingi Pemkab Pelalawan, khususnya dalam penguatan bank sampah dan skema insentif berbasis partisipasi masyarakat.

“Kami akan bantu rancang sistem yang efisien, partisipatif, dan melibatkan komunitas lokal. Ini kerja bersama, bukan kerja seremonial,” tegasnya.

Langkah ini menandai awal baru bagi Kabupaten Pelalawan dalam memerangi persoalan sampah yang kian kompleks. Bukan hanya untuk keindahan, tapi demi keadilan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

✍️ Tim Redaksi| derikreportase.com| Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM – Mengabarkan Realita, Menyuarakan Nurani

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250