BeritaNusa Tenggara Timur

Perawat Itu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa! Wabup Sikka: “Mereka Garda Terdepan Kesehatan, Layani dengan Hati”

349
×

Perawat Itu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa! Wabup Sikka: “Mereka Garda Terdepan Kesehatan, Layani dengan Hati”

Sebarkan artikel ini

SIKKA |DETIKREPORTASE.COM

– Dalam suasana penuh semangat di pelataran RSUD dr. TC Hillers Maumere, Sabtu (10/5/2025), ratusan tenaga kesehatan berkumpul untuk memperingati Hari Perawat Sedunia. Tak hanya soal seremonial, momen ini menjadi panggung apresiasi bagi mereka yang sering kali bekerja dalam senyap: para perawat.

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, dalam sambutannya sebelum melepas peserta jalan sehat, menegaskan kembali betapa sentralnya posisi perawat dalam sistem kesehatan.

“Perawat itu bukan pelengkap. Mereka adalah garda terdepan. Mereka yang pertama merawat, yang pertama mendengar keluhan, dan yang terakhir meninggalkan pasien. Maka, layani dengan profesionalisme dan semangat yang tak pernah padam,” tegasnya dengan nada penuh penghargaan.

Rangkaian Acara Penuh Makna

Kegiatan jalan sehat yang diikuti lebih dari 400 peserta ini digagas oleh Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSUD TC Hillers Maumere, bekerja sama dengan Komite Keperawatan. Pesertanya terdiri dari berbagai elemen: perawat, dokter, mahasiswa keperawatan dari UNIPA STIKES Lela, hingga siswa dari Sta. Matilda.

Tak hanya jalan sehat, acara dilanjutkan dengan senam zumba, bazar UMKM yang digerakkan oleh perawat, dan berbagai hiburan rakyat. Atmosfer kebersamaan yang hangat menjadi napas acara hari itu.

Ketua Panitia, Martinus Hartadi, S.Kep., Ns., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya merayakan profesi, tetapi juga mempererat kolaborasi dan solidaritas antartenaga kesehatan.

“Ini wujud syukur dan semangat kami. Tidak hanya merayakan, tapi juga memberi dampak ke masyarakat,” ujarnya.

Tak Sekadar Merayakan, Juga Menyapa Warga Lewat Aksi Sosial

Lebih dari sekadar selebrasi, para perawat di Sikka juga menggelar aksi nyata: bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi warga di Kelurahan Nangalimang. Kegiatan ini berlangsung di Kapela Stasi Sta. Martha dan menjadi bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat yang jarang tersentuh layanan medis.

Sebelumnya, DPK PPNI juga mengadakan Ret-Ret Kerohanian selama lima hari di Kampung Rohani Karmel – bentuk refleksi spiritual para perawat dalam menjalani panggilan profesi mereka.

Rute yang Sarat Makna

Rute jalan sehat dimulai dari RSUD dr. TC Hillers – melewati PLN Gelora Samador – Jalan Anggrek Perumnas – SMA Negeri 2 Maumere – Tiara – Lepo Bispu – dan kembali ke RSUD. Rute itu menjadi simbol: bahwa pengabdian perawat tak pernah berhenti, selalu kembali ke titik awal: melayani.

✍️ Yuven Fernandez | DetikReportase.com | Sikka – NTT

DETIKREPORTASE.COM – Suara Kemanusiaan, Nafas Perubahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250