Nusa Tenggara Timur

Peringatan HAKIN 2025: Keterbukaan Informasi sebagai Pilar Demokrasi di Era Globalisasi

354
×

Peringatan HAKIN 2025: Keterbukaan Informasi sebagai Pilar Demokrasi di Era Globalisasi

Sebarkan artikel ini

KUPANG,DETIKREPORTASE.COM–

Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) yang diperingati setiap tanggal 30 April, menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali arti penting transparansi dan hak publik atas informasi. Peringatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang berlaku efektif sejak 30 April 2008 dan menjadi tonggak awal era keterbukaan informasi nasional.

Keterbukaan informasi kini bukan sekadar hak, melainkan kebutuhan vital dalam masyarakat modern—terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di era globalisasi.

Keterbukaan Informasi: Hak Publik, Tugas Negara, dan Ruang Gerak Pers

Dalam rangka peringatan HAKIN 2025, tim Detikreportase.com melakukan wawancara eksklusif dengan Andre Goro, Pemimpin Redaksi Media Flores di Kupang. Andre menegaskan bahwa HAKIN memiliki peranan yang sangat strategis bagi publik, pemerintah, dan insan pers.

“HAKIN adalah jantung dari pelayanan informasi yang aktual dan terpercaya. Tanpa keterbukaan, masyarakat sulit berkembang di tengah perubahan zaman yang cepat,” ujar Andre.

Menurutnya, era globalisasi menuntut keterbukaan mutlak. Siapa yang mampu menyerap dan mengelola informasi dengan cepat dan tepat, dialah yang akan menjadi pemenang. Sebaliknya, mereka yang tertinggal dalam akses informasi berpotensi tersingkir dari arus kemajuan.

Peran HAKIN untuk Publik, Pemerintah, dan Pers

Lebih lanjut, Andre merinci bagaimana HAKIN berkontribusi bagi tiga pilar utama demokrasi:

1. Bagi Publik:

Mendorong akses informasi yang luas dan mudah.

Memungkinkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam kebijakan publik.

Memperkuat kesadaran atas hak-hak sipil dan sosial.

2. Bagi Pemerintah:

Meningkatkan akuntabilitas lembaga publik.

Membangun kepercayaan masyarakat melalui transparansi.

Menjadi alat ukur kualitas pelayanan publik.

3. Bagi Pers:

Meningkatkan kualitas liputan melalui akses informasi yang terbuka.

Menjamin kebebasan pers sebagai bagian dari kontrol sosial.

Memperkuat fungsi pers dalam mengawasi potensi praktik korupsi dan penyelewengan.

Membangun Demokrasi dan Kredibilitas di Era Global

Di tengah tantangan globalisasi, Andre menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya menjadi isu lokal atau nasional, tetapi juga kontribusi terhadap transparansi global dan demokrasi internasional.

“HAKIN mendukung demokrasi global. Ketika informasi terbuka, publik bisa terlibat aktif dan pemerintah lebih dipercaya,” jelasnya.

Ia berharap pemahaman yang utuh tentang peran HAKIN dapat membentuk ekosistem pemerintahan yang lebih partisipatif dan akuntabel.

Harapan untuk Pers: Bebas, Bertanggung Jawab, dan Bermutu

Menutup wawancara, Andre menyampaikan harapannya agar keterbukaan informasi juga memberi ruang yang adil bagi pers dalam menjalankan fungsinya

“Perlu kolaborasi seimbang dan berintegritas untuk mendukung pers sebagai corong aspirasi rakyat. Jangan sampai ada distorsi atau pembungkaman yang membatasi peran pers,” tegasnya.

Dengan semangat HAKIN 2025, keterbukaan informasi diharapkan menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang cerdas, pemerintahan yang bersih, dan pers yang independen.

✍️ Yohanes | Detikreportase.com – Kupang

DETIKREPORTASE.COM – Mengabarkan, Menjelaskan, Mencerdaskan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250